Tangan Dingin Gubernur Yulius dan Isteri, Sulut Cetak Rekor MURI Telur Paskah

Fajarmanado.News, Manado — Tangan dingin Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus dan Ani Selvanus, isterinya, berhasil mencetak sejarah dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional.

Di momen mewarnai perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado, Gubernur Yulius dan Ny Ani Selvanus sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan Ketua Posyandu Sulut sukses meramu Lomba Menghias Telur Paskah sehingga mencatat Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Tak kurang 2 ribu anak sekolah minggu ambil bagian dalam lomba yang digelar di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jalan 17 Agustus Manado, Rabu, 8 April 2026.

Tak heran, orang nomor satu dan first lady provinsi Nyiur Melambai itu tak kuasa menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan penuh makna.

Lomba ini dinilai bukan hanya ajang kreativitas anak-anak, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai iman, kebersamaan, serta sukacita Paskah.

“Puji Tuhan, kegiatan ini boleh terlaksana dengan baik untuk kemuliaan nama Tuhan. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan iman anak-anak di Sulawesi Utara sangat luar biasa,” ungkap Gubernur dalam sambutannya.

Lomba menghias telur Paskah tersebut menghadirkan beragam karya kreatif dari para peserta usia dini.

Telur-telur dihias dengan berbagai warna dan simbol keagamaan sehingga menjadi lambang kehidupan baru dan kebangkitan Kristus, sesuai dengan makna Paskah itu sendiri.

Keberhasilan kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari pihak MURI yang mencatatnya sebagai kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak dalam kategori lomba menghias telur Paskah. Piagam penghargaan pun diserahkan sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian tersebut.

Ketua TP-PKK/TP Posyandu Sulut, Ny. Ani Selvanus, menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari pembinaan karakter anak sejak dini.

Makna Perayaan dan Kegiatan

Perayaan Paskah melalui lomba menghias telur memiliki makna yang mendalam, antara lain:

– Simbol Kehidupan BaruTelur Paskah melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan Yesus Kristus. Hal ini mengajarkan anak-anak tentang harapan, iman, dan kemenangan atas kematian.

– Penguatan Nilai Iman Sejak DiniKegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai Kristiani kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan kreatif.

– Membangun Kreativitas dan Kebersamaan Melalui lomba ini, anak-anak belajar berkreasi sekaligus menjalin kebersamaan dengan teman-teman dari berbagai daerah.

– Wujud Syukur dan Kebersamaan Masyarakat Kegiatan ini mencerminkan rasa syukur masyarakat Sulawesi Utara atas berkat dan penyertaan Tuhan, sekaligus mempererat persatuan.

– Kebanggaan Daerah Pencatatan Rekor MURI menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Utara, menunjukkan bahwa daerah ini mampu menyelenggarakan kegiatan besar yang berdampak positif.

“Kiranya sukacita Paskah ini tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi api iman yang terus menyala dalam kehidupan sehari-hari, membawa damai, kasih, dan pengharapan bagi sesama,” imbuhnya.

[alex gimon]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *