Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Senator Stefanus Liow Hipnotis Warga Tondegesan Raya

Kumtua Reagen Goni: Ini sangat bermanfaat menumbuhkan semangat nasionalisme

Anggota MPR RI, Senator Stefanus Liow, duduk berdampingan dengan Kumtua Desa Tondegesan Dua, Reagen Malonda Goni ketika menyimak pertanyaan dari salahsatu peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Teras Kantor Desa Tondegesan Dua, Jumat (12/12/2025).

Kawangkoan, FajarManado.News — Selain “masuk sekolah” dan berbagai komunitas, Anggota MPR RI, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP turun melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI ke desa-desa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Kali ini, Senator Stefanus Liow, yang juga Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI ini, “masuk desa” Tondegesan, Tondegesan Satu dan Tondegesan Dua, Kecamatan Kawangkoan, Minahasa.

Sosialisasi yang berlangsung hangat di Teras Kantor Desa Tondegesan Dua, Jumat, 12 Desember 2025 itu, diikuti ratusan peserta, mulai dari perangkat desa, pengurus BPD, tokoh agama hingga masyarakat dan generasi muda dari tiga desa yang dimekarkan pada 18 November 2008 tersebut.

Seperti biasanya, Senator Stefa Liow, sapaan karib anggota DPD RI dari Dapil Sulut ini, memaparkan tujuan sosialisasi tersebut tak lain untuk terus memasyarakatkan  nilai-nilai dasar bernegara dan berbangsa di negeri tercinta, Republik Indonesia.

Ke empat Pilar Kebangsaan itu, adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan yang menyatukan keberagaman,” jelasnya.

Dengan gaya khasnya, sambil berdiri, Senator Stefa Liow mengingatkan, ke empat pilar kebangsaan ini harus menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjaga ideologi serta keutuhan berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi.

“Makanya, marilah kita semua sebagai warga negara menanamkan komitmen yang sama untuk menjaga dan menerapkan konsensus nasional ini,” ujar Senator Stefa, yang tampil dengan stelan kemeja putih lengan panjang, dipadu dasi abu-abu muda dan celana panjang hitam.

Ia menegaskan, penguatan Empat Pilar Kebangsaan sebagai konsensus nasional sangat krusial dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Belakangan ini, lanjutnya, berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal mencoba mengoyak keutuhan NKRI.

Tantangan internal seperti radikalisme, intoleransi, dan semangat kedaerahan yang berlebihan, sedangkan tantangan eksternal berupa arus globalisasi yang seringkali menguji keutuhan nilai-nilai bangsa.

“Sebagai warga negara yang cinta tanah air, kita tidak boleh biarkan nilai-nilai dasar negara ini luntur. Makanya, setiap orang harus memahaminya hakekat dari empat pilar kebangsaan ini agar NKRI tetap kuat dan bersatu,” tandas politikus yang juga dikenal dengan sebutan SBANL ini.

Paparan materi sosialisasi tersebut membuat suasana teduh. Peserta seakan terhipnotis mendengar penjelasan Senator Stefa Liow selang sekira 1 jam.

Seperti lazimnya, Senator Stefa Liow memberi ruang kepada peserta untuk mendalami materi sosialisasi usai pemaparan.

Dialog yang dimoderatori Hizkia Kalengkongan, yang tak lain adalah Sekretaris Desa Tondegesan Dua, pun tersaji hangat.

Menariknya, pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka bukan lagi soal substansi materi.

Anggota BPD Tondegesan Dua, Steven Goni, misalnya, bertanya soal cara efektif untuk menerapkan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, generasi muda Davina Lontoh mengajukan pertanyaan terkait cara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dewasa ini.

Menanggapi ke dua pertanyaan itu, Senator Stefa Liow yang mantan dosen ini, mengatakan bahwa bagi umat Kristiani dan Tou Minahasa, tidaklah susah.

Hanya dengan menerapkan hukum kasih serta budaya mapalus atau gotong royong, saling menghormati antarsesama, dengan tidak gampang termakan isu-isu negatif, maka Empat Pilar Kebangsaan itu sudah terimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenai strategi efektif memanfaatkan perkembangan teknologi, ia mengatakan, selain mengingatkan kepada orang-orang di sekitar, adalah membuat konten kreatif yang pendek, menarik, dan mudah dipahami, kemudian dihare ke berbagai platform media digital.

“Ya, seperti membuat video singkat, infografis, atau kutipan kehidupan menarik tentang Empat Pilar Kebangsaan agar lebih gampang dipahami,” tuturnya.

Apresiasi

Hukum Tua (Kumtua) Desa Tondegesan Dua, Reagen Malonda Goni, mengapresiasi kehadiran Senator Stefa Liow mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Tondegesan raya.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga sekali ada sosialisasi Empat Pilar di desa kami. Ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat di Tondegesan Dua dan seluruh Tondegesan Raya,” ujarnya.

Penilaian yang sama, juga disampaikan Kumtua Desa Tondegesan, Beatriks Sondakh-Pangau, SKM.

“Kami sangat berterima kasih atas kesediaan Senator, Pak Stefa Liow telah datang memberikan pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat di sini,” katanya ketika memberi ucapan terima kasih.

Beatriks menyatakan yakin jika sosialisasi tersebut telah menambah wawasan kepada masyarakat agar ikutserta aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.

 

[herly umbas]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *