DPP APDESI

Sediakan Aneka Wahana Rekreasi, Objek Wisata Tua Ini Masih Diminati Wisatawan

Penampakan keindahan objek wisata Toar Lumimuut Sonder. Foto: Heru, Rabu (26/6/2019) siang.
Sonder, Fajarmanado.com — Sarana rekreasi kini semakin bertumbuh pesat di Provinsi Sulawesi Utara. Namun ternyata tak ‘menenggelamkan’ pamor Objek Wisata Toar Lumimuut Sonder, Kabupaten Minahasa.

Hadir sekitar 29 tahun lalu, seiring berdirinya PT Indra Wisata pada 11 Oktober 1990, objek wisata yang menyediakan aneka sarana rekreasi di Desa Sendangan, Kecamatan Sonder, sekitar 37 kilometer sebelah Selatan Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara ini, ternyata masih diminati wisatawan domestik.

Pantauan Fajarmanado.com, Rabu (26/6/2019) siang tadi, puluhan orang datang berkelompok silih berganti, baik orang dewasa maupun anak-anak usia sekolah.

Mereka tidak hanya berdatangan dari wilayah sekitar, Kawangkoan, Tompaso, Langowan tetapi juga ada yang datang dari luar daerah, semisal, Tomohon dan Watutumow, Kawalat, Airmadidi, Minahasa Utara.

“Hari-hari libur sekolah seperti sekarang ini pengunjung lumayan banyak,” komentar Elly, wanita penjaga loket.

Setidaknya, saat ini masih ada empat pilihan sarana rekreasi ditawarkan objek wisata yang dihiasi bukit hutan Kota Sonder, tepatnya di sebelah Utara RSU GMIM Siloam Sonder.

Mulai dari kolam renang anak-anak dan dewasa, waterboom, sepeda air maupun mandi sauna. Bahkan, masih dilengkapi dengan penginapan dan gedung terbuka serba guna.

Sementara beberapa wahana rekreasi yang pernah ada lainnya, seperti bola air dan sarana outbond, yakni flying fox.

“Tarif masuk saat ini 18 ribu (rupiah) untuk orang dewasa dan 15 ribu (rupiah) anak-anak. Itu sudah termasuk gratis berenang,” jelas Elly, yang mengaku risih disebutkan marganya ini.

Untuk menikmati wahana rekreasi lain, dikenakan tarif tambahan. Waterboom dan sepeda air berbentuk bebek harga pakainya sama, Rp.10 ribu. “Kalau Sauna 35 ribu,” ungkap dia.

Direktur Utama (Dirut) PT Indra Wisata, Kurt Eman tak menampik apabila ada beberapa wahana rekreasi yang tidak dioperasikan karena mengalami kerusakan.

“Akan segera diadakan lagi. Bahkan, kami bakal menambah fasilitas bermain agar pengunjung disajikan banyak pilihan. Tapi tentu itu (dilakukan) secara bertahap,” ujarnya di kawasan objek wisata Toar Lumimuut Sonder, siang tadi.

Sebagai objek wisata tua di Minahasa, Kurt Eman mengakui sempat mengalami masa sulit sering dengan pertumbuhan objek wisata dan wahana bermain di Sulut dalam dua dekade ini.

“Untung saja, motivasi utama pembangunan objek wisata ini adalah untuk menyediakan sarana rekreasi bagi masyarakat di sini dan sekitarnya. Tidak untuk mengejar profit,” ujarnya.

Objek wisata Toar Lumimuut Sonder dibangun oleh almarhum Dr  Frits Eman, PHd melalui PT Indra Wisata. Lokasinya berada pas di seberang jalan rumahnya.

Di sisi pintu masuk berdiri bangunan terbuka multu fungsi. Di bagian belakang, yang sebelumnya berupa kolam ikan disulap menjadi kolam renang dan kolam wahana bermain.

Pada tanah miring di sebelah Selatannya, yang berbatasan dengan RSU GMIM Siloam Sonder, ditata menjadi taman, lengkap dengan pondok-pondok peristirahatan dan penginapan.

Sedangkan pada kawasan tanah miring yang terhampar di bagian Selatan ditanami aneka jenis kayu-kayuan, termasuk pohon kelapa sehingga kini tampak layak sebagai hutan kota di tengah kota.

“Ke depan, kita akan tata lahan yang masih kosong sesuai kebutuhan wisatawan,” ujar Kurt Eman, yang memegang jabatan Dirut PT Indra Wisata sejak tahun 2010 ini.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *