Jakarta, Fajarmanado.com — Kendati sibuk mensosialisasikan diri sebagai Anggota DPD RI Pemilu 2024 di Dapil Sulawesi Utara (Sulut), Ketua Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI, Ir. Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Sriwijaya DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (01/02/2024).
RDPU dalam rangka pemantauan dan evaluasi Ranperda dan Perda tentang Ketahanan Pangan tersebut menghadirkan tiga narasumber pakar pangan nasional.
K etiga narasumber itu, yakni Guru Besar Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Prof. Dr. Ir. Sobir, MSi, Guru Besar Fakultas Teknologi Pangan & Kesehatan Universitas Sahid Jakarta, yang juga Ketua Umum Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Periode 2022-2026 Prof. Dr. Ir. Giyatmi, MSi, dan Presiden Pangan Publik Indonesia Budimansyah Nasution, STP., CIAS, CAHSE, CDMS.
Dari pemaparan ke tiga pakar pangan tersebut, Senator SBAN Liow mencatatkan, setidaknya ada enam pokok persoalan yang terungkap sebagai hasil diskusi dalam RDPU kali ini.
Pertama, diperlukan penguatan gerakan pangan lokal, peningkatan produktivitas, dan revitalisasi serta membangun sistem pangan lokal.
Sistim pangan lokal ini, lanjutnya, dibangun baik melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi, fokus dan berkelanjutan yang bermuara pada keragaman ataudiversifikasi pangan lokal nusantara.
Ke dua, diperlukan penguatan peran teknologi pangan untuk mengurangi food loss & food waste penerapan teknologi pengawetan pangan pasca panen, pengolahan pangan segar menjadi intermediate product, pengembangan kemasan pintar untuk memaksimalkan umur simpan, dan inovasi produk baru dari bagian tidak dapat dimakan suatu komoditas.
Ke tiga, diperlukan berbagai langkah dan kebijakan pemerintah secara kolaboratif dalam rangka mengantisipasi dan penyelesaian permasalahan di sektor pertanian pangan di tengah munculnya tantangan di sektor pertanian dan penyediaan lahan.
“Di antaranya, menurunnya lahan subur dan persaingan antar sektor, menurunnya ketersediaan dan kualitas air, serta menurunnya kualitas SDM, sementara terjadi penambahan populasi dan peningkatan konsumsi energi perkapita,” papar Calon Anggota DPD RI Dapil Sulut Nomor Urut 8 ini.
Kemudian, ke empat, perlunya mendorong pertanian yang berdaya saing, dengan beberapa komponen kualitas lebih baik, harga lebih murah, dan pasokan lebih terjamin.
“Selanjutnya peningkatan produksi pada lahan yang sudah ada dengan metode berkelanjutan, peningkatan kapasitas produksi dengan aplikasi teknologi dan pengembangan komoditas baru, serta menjaga kelestarian alam dalam rangka menjamin produksi jangka berkelanjutan,” jelas Stefa, sapaan karib mantan Ketua Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM ini.
Ke lima, lanjut SBAN Liow, dalam rangka mengantisipasi dan menyiapkan SDM pertanian ke depan, perlu membuat pertanian lebih menarik bagi para petani muda melalui perubahan mindset, pengembangan smart farming, dan transformasi pertanian berteknologi, agar daya minat petani muda atau milenial semakin tinggi.
“Ke enam, pemerintah perlu membangun kemitraan dengan berbagai pihak dalam mengidentifikasi lahan potensial berbasis kebutuhan dan lingkungan daerah sesuai karakter pangan setempat,” ungkapnya.
Selanjutnya,Stefanus BAN Liow, Senator Indonesia dari Provinsi sulut ini menjelaskan bahwa hasil kegiatan RDPU terkait dengan ketahanan pangan ini kemudian akan dibahas dan didalami lebih lanjut sebagai bagian dari tahap pemantauan BULD DPD RI terhadap ranperda/perda tentang ketahanan pangan. [**/heru]