DPP APDESI

Rektor Unima Dituntut Berikan Penjelasan Soal Tudingan Kepemilikan Ipal

Rektor Unima Dituntut Berikan Penjelasan Soal Tudingan Kepemilikan Ipal
Gedung Rektorat Unima
Tondano, Fajarmanado.com – Tak hanya mahasiswa yang resah dengan pergunjingan terkait dugaan kepemilikan ijasah palsu (Ipal) pada jenjang S3 milik Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial JR.

Keresahan rupanya sudah menghinggapi perasaan orang tua dari para mahasiswa. Seperti yang diungkapkan Johny, lelaki yang mengaku jika anaknya kuliah di Unima. Menurutnya, kalau keadaannya sudah ramai seperti saat ini, dimana banyak pihak yang membicarakan isu tersebut, Rektor Unima harus memberikan penjelasan dan klarifikasi. “Isu terkait dugaan ijasah S3 palsu milik Rektor Unima sudah tersebar luas di kalangan civitas akademika Unima. Tak hanya sampai disitu, bahkan isu ini sudah diangkat oleh media masa baik cetak maupun elektronik. Untuk itu, kami sebagai orang tua, menuntut supaya ada klarifikasi dari pihak rektorat,” ujarnya.

Lanjutnya, kalau Rektor Unima mengambil sikap diam seperti saat ini, suasana akan semakin keruh dan mahasiswa menjadi tidak nyaman dalam proses pembelajaran. “Kabar terbaru yang beredar, Rektor Unima akan segera diberhentikan. Bahkan surat kepada Presiden RI telah dilayangkan. Kalau suasana kampus seperti saat ini, bagaimana dengan nasib anak-anak kami yang kuliah di kampus tersebut. selain itu, saya rasa Rektor berhutang penjelasan buat seluruh civitas. Yang didalamnya ada mahasiswa dan yang membiayai mahasiswa kuliah adalah kami para orang tua. Jadi kami juga merasa terkait didalamnya,” tegas lelaki berkacamata tersebut.

Saat coba dikonfirmasi, pihak Unima melalui Kepala Humas Jonly Tendean SP MSi mengatakan kalau ia akan berusaha menghubungi rektor terkait tuntutan ini. “Mudah-mudahan pekan depan Rektor Unima akan melakukan konfrensi pers,” singkat Tendean seraya menambahkan kalau ia tidak berhak untuk memberikan penjelasan terkait dugaan ijasah palsu pada jenjang S3 yang dimiliki Rektor Unima berinisial JR. “Saya tidak bisa mengomentarinya. Itu sudah bukan ranah Kepala Humas lagi,” kuncinya.

(fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *