DPP APDESI

Produk IKM Minut Tampil Memukau di Bogor Expo 2017

Produk IKM Minut Tampil Memukau di Bogor Expo 2017
KEPALA Disperin Minut Femmy Pangkerego, saat memperlihatkan hasil kerajinan tangan para pelaku IKM yang dipamerkan dalam kegiatan Bogor Expo.(foto: ist)
Airmadidi, Fajarmanado.com — Upaya memperkenalkan potensi dan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Minahasa Utara (Minut) terus dilakukan Dinas Perindustrian (Disperin) setempat. Salah satunya melalui ajang Bogor Investmen, Agriculture, Tourism & Trade Expo (BIATTEX) 2017 yang berlangsumg 11-14 Mei di Cibinong City Mall.

Dalam iven yang diadakan dalam rangka HUT ke-535 Kabupaten Bogor tersebut, sejumlah produk IKM Minut turut menarik perhatian dan minat pengunjung. Selain produk makanan olahan, semisal,  keripik rambutan dan pepaya, sepatu dan tas berlapis kain khas Minut juga tak luput mendapat perhatian pengunjung.

Dikatakan Kadisperin Minut Dra Femmy Pangkerego MPd ME, Selasa (16/5/2017), keikutsertaan dalam ajang pameran tersebut untuk menunjukkan bahwa IKM di Kabupaten Minut sudah mempunyai kemampuan memproduksi penganan berbahan dasar rambutan dan pepaya yang banyak ditanam di Minut.

“Apalagi di Indonesia sendiri masih jarang yang memproduksi keripik rambutan atau pepaya. Demikian juga untuk menunjukkan bahwa kita sudah bisa memproduksi sepatu dan tas menggunakan kain khas Minut,” tutur Pangkerego.

Selain untuk memperkenalkan produk IKM, Pangkerego mengungkapkan keikutsertaan dalam pameran tersebut sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban dari pelaksanaan program magang pembuatan keripik di Malang Jawa Timur dan magang pembuatan sepatu dan tas di Cibaduyut, Bandung. “Usai mengirim pelaku IKM Minut menjalani magang, sekarang kami tunjukkan hasil dari magang tersebut kepada publik luas sebagai salah satu realisasi visi-misi Bupati Vonnie Panambunan dan Wabup Ir Joppi Lengkong, untuk lebih memaksimalkan para pelaku IKM,” terang Pangkerego.

Ditambahkan Pangkerego, antusias masyarakat Bogor melihat hasil kerajinan Minut sangat tinggi. Bahkan mereka berharap bisa turun langsung ke Minut untuk melihat langsung bagaimana cara kerja pembuatan berbagai produk Minut.

“Tentu kita sangat terbuka, ini menandakan Minut sudah bisa menjual sendiri hasil-hasil olahan dari tangan para pelaku IKM yang ada. Sehingga ini bisa menjadi modal untuk Minut dalam menunjang pariwisata yang tengah digenjot. Pokoknya dalam hal ini Disperin akan terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja para pelaku IKM dalam bidang produksi penganan dari hasil pangan Minut,” tutup Pangkerego.

(udi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *