PDP Tompaso Meninggal, Kumtua: Saya Yakin Negatif Covid

Kumtua Kamanga, Djemi Wenas
Tompaso, Fajarmanado.com — Satu pasien dalam pengawasan (PDP) di Sulawesi Utara meninggal dunia dan dikuburkan di pekuburan umun Tompaso, Kabupaten Minahasa, Senin (4/5/2020) sore tadi.

Meski hasil swab test belum muncul, namum penanganan jenasah,  mulai dari pemulasaran sampai pemakaman ditangani sesuai protokol tetap (Protap) Kesehatan.

Polisi pun mengawal jenasah mulai dari rumah sakit sampai pada pemakaman, termasuk mengatur arus lalu lintas dan mengamankan prosesi pemakaman.

“Saya bersyukur tidak ada penolakan. Masyarakat bahkan membantu pemakaman,” komentar Kapolsek Tompaso,  Iptu Jonly Polii kepada Fajarmanado.com di Tompaso, semalam.

Pasien wanita berusia 60 tahun itu,  dimakamkan di pekuburan umum masyarakat Tompaso di Desa Kamanga.

Proses pemakaman terkesan berlangsung singkat. Tak disemayamkan di rumah duka, setibanya dengan mobil ambulance, peti jenasah langsung dibawa dan dikuburkan di tempat yang sudah disiapkan pemerintah desa setempat.

Yang hadir, meski melihat dari kejauhan, hanya beberapa anggota keluarga dekat, pemerintah desa dan Camat Stenly Umboh, Danramil 1302/08 Kawangkoan-Tompaso. Sementara Kapolsek mengkoordinir arus lalu lintas.

“Saya bersyukur, masyarakat di sini sudah sadar dan memahami, sehingga tidak ada seorang pun yang melakukan penolakan. Bahkan, ada tiga warga yang jadi relawan saat pemakaman,” ujar Kapolsek Polii.

Sementara Hukum Tua (Kumtua) Kamanga,  Djemi Wenas mengatakan, warga desanya dan sekitar telah memahami korban positif Covid 19 yang telah ditangani sesuai Protap Kesehatan tidak bakal menjadi ancaman lagi.

“Apalagi ibu yang meninggal ini. Masyarakat di sini meyakini, termasuk saya, almarhumah tidak meninggal karena virus corona,” komentarnya sepulang dari penguburan dan ibadah penghiburan di rumah keluarga almarhum.

Pantauan Fajarmanado.com, jenasah PDP Covid 19 ini tak disemayamkan di rumah keluarganya. Ambulance yang membawa jenasah almarhumah langsung menuju lokasi penguburan yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah almarhumah.

Di rumah almarhumah, tak tampak bangsal duka. Tak heran, ibadah penghiburan hanya dilaksanakan di rumah almarhumah dengan memperhatikan social distancing.

“Saya pribadi berkeyakinan, almarhumah meninggal bukan karena virus corona tapi penyakit lain yang dideritanya,” kata Kumtua Djemi Wenas.

Menurutnya, almarhumah sudah menderita berbagai penyakit sejak beberapa tahun lalu dan mengalami gagal ginjal dalam beberapa bulan terakhir.

“Almarhumah masuk rumah sakit sekitar dua minggu lalu karena menjalani cuci darah,” katanya.

Untuk itulah, Wenas menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan Covid 19 akibat meninggalnya almarhumah. “Kalau pun positif corona,  tidak perlu kuatir karena sudah ditangani sesuai protap kesehatan WHO,” ujarnya.

Penulis: Herly Umbas