DPP APDESI

Miris..! Bangunan Bersejarah Eks Kantor Distrik Kawangkoan Terbengkalai

Awalnya megah, Kini Warga Sebut Berubah Angker

Penampakan gedung eks Distrik dan PBW Kawangkoan. Kolase foto: Heru

Kawangkoan, FajarManado.News — Miris..! Bangunan bersejarah eks Kantor Distrik dan Pembantu Bupati Wilayah (PBW) Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, lama terbengkalai dan kini berubah angker.

Sejak PBW dihapus pascareformasi, bangunan yang didirikan di jaman kolonial Belanda dan tampak megah itu, nyaris tak tersentuh program rehabilitasi total.

“Pernah ada rehab. Pertama ganti atap dari sirap dengan seng. Lalu, hanya sebatas atap gerbang utama dan beberapa ruangan yang digunakan sebagai Kantor UPT Dinas Pendidikan pada sekitar tahun 2003,” kata Boy Rompas, mantan Kepala Lingkungan 3, Kelurahan Sendangan Tengah, Kecamatan Kawangkoan, di mana bangunan itu berdiri.

Sesudah itu, lanjutnya, tak ada lagi alokasi anggaran perawatannya. Bahkan, balai yang ambruk hanya dibiarkan begitu saja sehingga material konsen dan plafon plat besih, hilang entah ke mana.

“So ndak ada yang ta sisa,” komentar Stenly Watung, yang tinggal berseberangan di depan bangunan besejarah tersebut.

Bangunan itu sendiri berada kawasan pusat pertokoan Kawangkoan, yang dikenal sebagai kota pariwisata dan kuliner khas kacang sangrai, biapong dan ragey.

Tepatnya, di pojok sebelah selatan simpang tiga di mana berdiri Tugu 17 Agustus Kawangkoan atau berdampingan dengan Kantor Camat ataupun di seberang Taman Kota Kawangkoan, yang sementara dibangun saat ini.

Ada 10 ruangan yang berjejer berhadapan di sisi kiri dan kanan, dengan Balai Pertemuan di bagian tengah, pas menghadap gerbang utamanya.

Lima ruangan di sisi kanan sempat digunakan bergantian sebagai Kantor Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (PD & K) dan Kantor Departemen (Kandep) PDK hingga  Kantor UPT Dinas Pendidikan Minahasa.

Sedangkan dua di bagian depan di sisi kiri dipakai oleh PDAM Unit Kawangkoan, kemudian BPP Pertanian Minahasa Unit Kawangkoan.

Bahkan, salahsatu ruangan di bagian belakang sisi kanan, sempat digunakan sebagai Kantor Sementara Kelurahan Sendangan Tengah, setelah direhabilitasi dengan dana swadaya masyarakat.

Megah Berubah Angker

Ketika didirikan di jaman kolonial Belanda, bangunan tersebut tampak megah dan menjadi Kantor Distrik Kawangkoan.

Aktivitas para pegawainya ketika itu sangat padat karena sempat membawahi onderdistrik Tompaso, Sonder, Langowan, Rumoong (Tareran), Tumpaan dan Tombasian (Amurang).

Setelah Distrik Kawangkoan, yang berdiri tahun 1874, ini dihapus pada tahun 1966, bangunan itu digunakan sebagai Kantor PBW Kawangkoan yang membawahi Kecamatan Sonder, Tompaso, Tareran dan Kecamatan Langowan.

Ketika digunakan sebagai Kantor UPT Dinas Pendidikan Minahasa pascapemekaran Kabupaten Minahasa pada tahun 2003, penampakan gedung tersebut mulai angker.

Balai dan tiga ruangan di sebelah selatan yang ambruk dimakan usia, dibiarkan begitu saja. Berbagai rerumputan liar tumbuh. Padahal, bersandingan langsung dengan Kantor Koramil 1302/08 Kawangkoan–Tompaso.

“So angker skali. Torang so tako iko di situ ke kantor (Camat),” demikian senada sejumlah pegawai Kantor Camat Kawangkoan.

Kantor Bupati CDOB Minteng

Warga lima kecamatan, yakni Kawangkoan, Kawangkoan Utara, Kawangkoan Barat, Tompaso, Tompaso Barat dan Kecamatan Sonder, kompak menjadikan lahan eks Kantor Distrik tersebut sebagai bakal Kantor Bupati Minahasa Tengah (Minteng).

Kesepakatan itu tertuang dalam lampiran Kajian Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Minteng yang telah rampung dan diusulkan ke Kemendagri dan Komisi II DPR RI pada Desember 2023. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *