Remboken, Fajarmanado.com – Kegiatan ekstrakulikuler (Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulut ternyata tidak hanya drum band, beladiri, pencinta alam, serta seni dan budaya tetapi juga olahraga selam atau scuba diving.
Tak kurang 55 praja mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Diving yang dibuka Direntur IPDN Kampus Sulut Dr Bernhard E Rondonuwu, SSos, MSi di Kampus IPDN, Tampusu, Remboken, Minahasa, akhir pekan lalu.
Sementara kegiatan praktek dilaksanakan di kolam renang kompleks objek wisata Benteng Moraya Tomdano dengan narasumber dan instruktur Marthen Meruntu.
Meruntu dikenal sebagai salahsatu instruktur scuba diving nasional. Sepanjang karirnya, Meruntu sempat menjadi intractor Tim Gegana Polda Sulut selang 1998-2001, Sekretaris Seal Bunaken dan Tim Instractor Selam Pemecahan Rekor Dunia tahun 2012 dan Ketua Tim dan Staf Ahli Seal Morotai 2012.
Mengawai latihan, M
eruntu memperkenalkan semua peralatan cuba diving, kemudian menjelaskan secara detail tentang cara penggunaan, mulai dari masker dan tabung oksigen, sampai cara melihat kadar oksigen di dalam tabung dan menggunakan kacamata serta cara berkomunikasi yang tepat di dalam air.
Kacamata selam, katanya, terkesan enteng. Fungsinya sangat penting ketika seorang mencebur dan menjelajahi bawah laut.
“Kacamata harus pas. Saat fitting alat, coba menunduk seperti ini dan rasakan apakah terasa longgar atau sudah pas. Kalau longgar kencangkan karet masker sehingga air tidak masuk ke dalam masker ketika kita sudah berada dalam air,” jelas Meruntu.
Ketika diving, ia mengingatkan bernafaslah dengan normal. Jangan menahan nafas selama berada dalam air, karena akan berdampak buruk pada paru-paru. Hiruplah udara dalam-dalam melalui mulut dan keluarkan juga lewat mulut.
“Kapasitas udara yang masuk dan keluar haruslah sama dan seimbang. Udara di dalam tubuh akan membuat kamu lebih ringan sehingga bisa membuat kamu terdorong ke permukaan lebih cepat,” jelas Meruntu.
Setiap penyelam, harus pula memahami bahasa isyarat saat diving yang harus diperhatikan dan diterapkan secara tepat dan cepat. Jempol ke atas berarti diminta naik ke permukaan, jempol ke bawah diisyaratkan untuk menyelam lebih dalam.
“Apabila terjadi masalah, bergoyang-goyangkan telapak tangan membentuk seperti gelombang. Dan,kalau kehabisan oksigen, telapak menarik garis horizontal di leher seperti ini,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Meruntu memperagakan setiap tahapan yang harus dilakukan setiap penyelam dan cara menyelam dengan baik dan aman, yang langsung dipraktekkan 55 praja peserta.
Direktur IPDN Dr Bernhard E Rondonuwu, SSos, MSi mengatakan, pelaksanaan Diklat ini sengaja dilakukan agar para IPDN memiliki satu tim scuba diving yang juga dapat menjadi bekal praja ketika turun berbaur dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat.
“Setelah latihan dasar ini, dijadwalkan akan dilakukan praktek lapangan di pantai Boltim dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
(ely)