“Tak perlu khawatir tuduhan penimbunan. Selama gudang penyimpanannya terdaftar dan stok akhir bulan dilaporkan ke Kemendag, maka tidak ada alasan tuduhan melakukan penimbunan beras,” jelas Mendag.
Sementara itu, untuk produk daging, tahun depan pemerintah akan ada melepas dua jenis daging ke pasaran, yakni daging beku dan daging segar.
“Saat ini harga daging beku di bawah Rp 80 ribu per kg. Kementerian akan bekerja sama dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) dan Badan Usaha Logistik (Bulog) agar bisa mengendalikan pasokannya,” jelasnya.
Untuk daging segar, sudah dilakukan kesepakatan dengan Menteri Perdagangan Australia, bahwa harga sapi hidup dari Australia akan turun sebesar AUS$1 per kg.
“Dari harga tersebut, kita sedang menghitung harga jual daging sapi segarnya. Targetnya bisa dijual di bawah harga Rp100 ribu per kg,” kata Lukita.
Lebih lanjut, untuk daging ayam, Mendag menyatakan harga saat ini berkisar Rp 30 ribu-35 ribu per kg. Pasokan ayam di pasar saat ini sangat mencukupi. Tidak perlu khawatir harga melonjak tinggi karena kekurangan stok.