DPP APDESI

Jamin Negara Aman, Presiden Tunda ke Australia

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo di Istana Bogor saat melakukan video conference dengan WNI yang ada di Australia, Minggu (6/11)

Jakarta, Fajarmanado.com – Setelah aksi demo ‘Tangkap Ahok’ Jumat (4/11) lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan jaminan Negara masih dalam keadaan aman. Jokowi menyampaikan jaminan tersebut saat melakukan video konferensi  dengan WNI yang ada di Sydney di Istana Bogor Minggu (6/11).

Secara tegas Presiden mengatakan kondisi Indonesia aman dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Saat ini, Ia tengah melakukan konsolidasi dengan politik dan kenegaraan.

“Kondisinya aman, stabilitas politik juga tidak ada masalah sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan” ungkap Presiden.

Presiden memberikan jaminan keamanan negara dengan memaparkan usaha-usaha yang dilakukannya untuk menstabilkan kondisi keamanan negara, terutama di DKI Jakarta.

Konferensi jarak jauh yang digelar di Istana Bogor tersebut merupakan langkah konfirmasi Presiden setelah membatalkan kunjungan kerjanya ke Australia.

Kunjungan kerja tersebut dijadwalkan berlangsung dari tanggal 6-8 November. Rencananya Jokowi akan bertolak ke Autralia pada Sabtu (5/11) kemarin.

Presiden mengatakan bahwa salah satu upayanya adalah melakukan percakapan intensif dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh politik.

Presiden mengundang tokoh-tokoh agama dan politik untuk bisa memberikan saran terkait demo 4 November. Hal ini, ungkap Presiden, dilakukannya untuk mendinginkan suasana pasca-demo.

“Kemarin pagi sampai tengah malam kita terus undang tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh politik untuk memberikan masukan-masukan” ujar Presiden.

Mendinginkan suasana, kita lakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, kata Presiden. Lanjutnya, hal ini akan terus dilakukan secara intensif dalam seminggu ini.

“Hal-hal seperti itu yang terus kita lakukan dalam minggu-minggu ini” ujar Presiden sebagai jaminan kepada masyarakat bahwa negara dalam kondisi aman dan stabil.

Sebelum, menurut Presiden, Ia telah menghubungi Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull terkait penundaan kunjungannya ke Australia.

“Sekitar pukul 10.30 WIB Presiden Joko Widodo sendiri telah menghubungi Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungan tersebut,” seperti disampaikan dalam pernyataan tertulis Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Presiden juga sudah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menjadwalkan kembali kunjungannya ke Australia. Kedua negara berkomitmen terus meningkatkan hubungan bilateral.

(Fred)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *