“Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, bangsa yang optimistis, dan bangsa pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif,” ucap Jokowi.
Natal menurut Jokowi harus membawa pesan perubahan sikap yang mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global seperti sekarang ini, diperlukan sinergi dan gandeng tangan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi persaingan keras.
“Dibutuhkan insan Indonesia yang mau bekerja keras, mandiri, berjiwa merdeka, jujur, adil, dan cinta sesama. Musuh kita sebenarnya adalah kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan juga korupsi. Itulah musuh kita sebenarnya,” tambahnya.
Jokowi menutup pidato sambutan Natanya dengan menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristen di Indonesia.
“Selamat Hari Natal Tahun 2016 bagi seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, dan Selamat Tahun Baru 2017,” ujar Jokowi.
Perayaan Natal Nasional 2016 ini juga dihadiri Presiden Republik Indonesia ke-5 Hj. Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR EE Mangindaan, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, sejumlah duta besar negara sahabat, juga sejumlah Kepala Daerah di Indonesia.
(Fred)