Jakarta, FajarManado.News — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya ditujukan bagi peserta didik di sekolah.
Sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG yang ditetapkan 17 November 2025, tidak hanya siswa SD, SMP dan SMA sederajat yang mendapat MBG, tetapi juga guru, pegawai tata usaha sampai petugas kebersihan dan Satpam.
“Perpres Presiden nomor 115 keluar dari bulan Desember, itu ada tulisannya, guru dan tenaga guru dapat,” kata Nanik, saat meninjau MBG di SMK 1 Jakarta Pusat, Kamis 8 Januari 2026.
“Seluruh elemen di lingkungan sekolah termasuk pendidik serta tenaga kependidikan wajib menerima porsi makan bergizi gratis yang sama,” tegas Nanik ketika mendampingi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus.
Saat itu, Nanik dan Benyamin bersama tim berkeliling kelas sambil berinteraksi langsung dengan siswa yang sedang menerima hidangan makan bergizi gratis.
Sempat secara khusus bertanya kepada siswa apakah para guru sudah mendapatkan jatah makan bergizi gratis, seorang guru menjawab bahwa selama ini mereka hanya mencicipi untuk memastikan keamanan sebelum dibagikan kepada murid.
Mendengar jawaban itu, Wakil Menteri (Wamen) Benyamin menyatakan kekagetannya karena guru belum mendapat porsi tetap.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh guru harus mendapatkan makan bergizi gratis tanpa terkecuali.
Nanik kemudian memanggil petugas Satuan Pelayanan Pengadaan Gizi (SPPG) dan memberikan arahan tegas.
Ia mengingatkan bahwa Peraturan Presiden Nomor 115 yang terbit Desember lalu secara jelas mencantumkan hak guru dan tenaga pendidik.
Bukan hanya guru, sambung Wamen Benyamin, semua pekerja di sekolah berhak atas program tersebut.
Petugas kebersihan, satpam, serta pegawai tata usaha juga harus mendapat porsi makan bergizi gratis.
Nanik juga menegaskan bahwa penyaluran MBG tidak hanya Senin sampai Jumat, tetapi juga hari Sabtu.
Menurut dia, MBG untuk Sabtu bisa diberikan ke anak sekolah pada hari Jumat.
“Pokoknya gini, saya gamau tahu ya, ini haknya anak-anak ya, haknya anak-anak harus dapat. Sabtu dikasihkan Jumat yang kering, makanan kering,” ujar dia.
[**heru]