Yangon, Fajarmanado.com – Pemerintahan Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK) terus getol ‘menjual’ Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Melalui forum Konferensi Dewan Gereja Dunia 2017 di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017), waktu setempat, OD-SK sontan merespon Sulut sebagai tuan rumah ajang yang sama pada 2018 mendatang.
Respon tersebut disampaikan ketika Dewan Gereja Asia mengusulkan Sulut sebagai tuan rumah Konferensi Dewan Gereja Dunia 2018 pada acara penutupan CCA di Yangon Myanmar Minggu (15/10/2017) waktu setempat.
Duta gereja dari Indonesia, khususnya asal Sulawesi Utara (Sulut) membawa kabar gembira dari pelaksanaan Christian Conference of Asia (CCA) di Yangon Myanmar 2017. Ini karena salah satu hasil dari CCA adalah memutuskan Indonesia, dalam hal ini Sulut dipercaya menjadi tuan rumah Komferensi Gereja Asia 2018.
Wagub Steven Kandouw bersama Ketua BPM/S Sinode GMIM HWB Sumakul yang hadir pada acara penutupan tersebut spontan menerima mandat Sulut menjadi tuan rumah CCA 2018.
Untuk itulah, Wagub Kandouw dan Ketua BPM/S Sinode GMIM Pdt DR HWB Sumakul menerima langsung mandat dari Dewan Gereja Asia tersebut selaku pelaksana yakni Pemerintah Daerah bersama Sinode GMIM.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Kantouw, ketika diberikan kesempatan sambutan, mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih pada peserta konferensi, Dewan Gereja Asia dan Dewan Gereja Dunia yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan CCA tahun 2018 nanti.
Di depan rbuan peserta, Kandouw berharap pelaksanaan CCA di Sulut akan berlangsung dengan baik dan lancar, sehingga bakal menunjukkan pada dunia bahwa keadilan sosial bagi seluruh umat beragama di Indonesia sangat dijunjung tinggi.
“Kesuksesan acara di Sulut nanti, akan memberikan dampak positif bagi Sulut yang terus mendapat perhatian dari dunia internasional, begitu pun pada pemerintahan Republik Indonesia yang saat ini dipimpin Presiden Joko Widodo yang semakin menegaskan pada dunia internasional,” jelasnya
“Ini menunjukkan bahwa Republik Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi keadilan sosial bagi warganya sebagaimana diamanatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara kita merupakan negara yang menjunjung tinggi kebersamaan serta toleransi antar umat beragama, dengan sangat welcome dan menghormati siapa pun termasuk kaum minoritas,” sambungnya.
Mengenai waktu dan tempat pelaksanaannya, menurut Wagub, akan dibahas usai rombongan Sulut kembali dari Yangon Myanmar.
“Nanti diputuskan usai kembali ke daerah nanti, karena selain CCA, juga akan dirangkaikan dengan pelaksanaan pertemuan Majelis Pemuda-pemuda Dunia dan Peringatan Paskah Asia. Jadi kemungkinannya pada pelaksanaan Paskah antara April-Mei,” ungkapnya.
CCA di Yangon Myanmar yang berlangsung sepekan itu, membicarakan soal isu-isu kemanusiaan yang terjadi dunia saat ini .Soal kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan kesenjangan sosial yang terjadi di dunia saat ini, menjadi pembicaraan pada pertemuan ini
Hadir pada pertemuan ini, perwakilan dari PGI, komisi-komisi Gereja di Indonesia, termasuk dari Sulut, serta ikut mendampingi Wagub, Asisten III Roy Roring, Asisten I John Palandung dan Kadis DIkda Sulut Gammy Kawatu.
Editor : Herly Umbas