Jakarta, Fajarmanado.com – Setelah ditinggalkan kosong hampir 11 bulan, akhirnya, Presiden Jokowi memilih Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, MSi untuk memegang jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI.
Kabar ini menyeruak seiring beredarnya undangan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Eselon I pada Sekretariat Jenderal KPU RI, Selasa (5/1/2021).
Surat perihal undangan nomor 2/SDM.05.5-Und/05/KPU/I/2021 tanggal yang bersifat penting itu ditujukan khusus kepada Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, MSi.
Diteken Ketua KPU RI, Arief Budiman, surat tersebut meminta yang bersangkutan untuk menghadiri pelantikan dengan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol nomor 29, Jakarta Pusat para hari Rabu, 6 Januari 2020 pukul 10.00 WIB.
Kursi Sekjen KPU praktis kosong pada awal Februari 2020 pasca ditinggalkan Arif Rahman Hakim yang menjadi Deputi Pengembangan SDM di Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM).
Proses penjaringan pengganti Arif Rahman Hakim, yang sekitar 7 tahun Sekjen KPU RI ini kemudian dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel).
Ketua Pansel Sekjen KPU RI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, melalui Keputusan Nomor: 20/Pansel.JPT.Sekjen KPU/VII/2020, mengumumkan secara terbuka nama-nama hasil seleksi akhir Calon Sekjen KPU RI.
Ada tiga nama calon Sekjen KPU RI yang diumumkan pada 24 Juli 2020 lalu.
Mereka, adalah, Drs. Bernad Dermawan Sutrisno, MSi (Sekretaris Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu/DKPP), Budi Achmad Djohari, Ak (Kepala Pusat Teknologi dan Informasi Mahkamah Konstitusi) dan Edy Mulya, Ak. MSi (Direktur Pengawasan Akuntabilitas Keuangan Daerah pada BPKP).
Lantas, siapa sebenarnya Bernad Dermawan Sutrisno?
Bernad, sapaan akrabnya, adalah pria jebolan STPDN/IIP angkatan 04. Lahir di Gorontalo pada 5 Oktober 1974, anak ke tiga dari empat bersaudara ini, menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA di Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Setelah menyelesaikan studi diploma pada STPDN Bandung 1992-1995, Bernad memulai karir pamong praja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemda Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Pria low profile yang oleh teman-teman sekolahnya sejak SD sampai STPDN dikenal smart ini kemudian mendapat Tugas Belajar di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta pada tahun 1998.
Tahun 2000, ketika menyelesaikan studi strata 1, Bernad dipindahtugaskan ke Kementerian Muda Urusan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (PPKTI) dan diangkat sebagai Staf Khusus Menteri PPKTI pada 2004.
Bersamaan dengan itu, ia pun menyelesaikan Magister Ilmu Politik (S2) di Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta pada 2004 dengan tesis berjudul “Sistem Pemilu dan Perwakilan Politik; Studi terhadap Sistem Proporsional Terbuka pada Pemilu Tahun 1999”.
Selanjutnya, Bernad berkarir di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) sampai 2007.
Setahun kemudian, 2008, Bernad ditugaskan sebagai Pemimpin Redaksi Jurnal Otonomi Daerah Kemendagri selama satu tahun.
Sejak 2009, Bernad kembali dialihtugaskan. Kali ini di Sekretariat Jenderal Bawaslu RI. Sukses mengemban tugas sebagai Kepala Biro Teknis Penyelenggaraan Pengawasan Pemilu (TP3), Bernad akhirnya dipercayakan menjadi Sekretaris Bawaslu RI.
Bernad tampaknya sangat layak dipercayakan menjadi Sekjen KPU RI. Minatnya terhadap dinamika Pemilu, Sistem Pemerintahan dan Birokrasi telah digeluti melalui berbagai pengalaman penelitian di berbagai bidang. Antara lain, sebagai berikut :
Penulis penelitian di The Habibie Center terkait konflik sosial dan gerakan anti korupsi bersama dengan Andrinof Chaniago dan Marwah Daud Ibrahim pada tahun 1999-2001.
Koordinator Peneliti di Yayasan API terkait Sistem Pemilu, Parlemen dan Partai Politik pasca reformasi di Indonesia bersama dengan Kevin Evans dan Julia Suryakusuma pada Tahun 2000-2002.
Peneliti dan penulis di Pusat Kajian Etika Politik dan Pemerintahan (PUSKAP) terkait otonomi daerah dan birokrasi bersama dengan Ryaas Rasyid, Hamid Awaludin dan Djohermansyah Djohan pada tahun 2003-2006.
Aktualisasi terhadap berbagai minat dan penelitian, dilakukan pula melalui penulisan beberapa buku secara mandiri maupun bersama tim. Termasuk, penulisan opini di Koran nasional dan lokal, yang antara lain berupa:
Opini terkait kajian Pemilu, Partai Politik, Otonomi Daerah dan Birokrasi di Harian Kompas, Sindo dan Fajar Makassar antara Tahun 1999-2004.
Buku “Panduan Parlemen Indonesia”, penerbit Yayasan API Jakarta, 2000.
Buku “Konflik Politik Di KPU Dalam Pemilu 1999”, penerbit Mutiara Sumber Widya Jakarta, 2002.
Buku “Membangun Manusia Indonesia” penerbit LKiS Yogyakarta, 2004.
Buku “Masa Depan Di Timur” penerbit LKiS Yogyakarta, 2004.
Buku “Potret Dinamika Kekuatan Politik Indonesia Pasca Reformasi” penerbit Rajawali Press Jakarta, 2004.
Selain berprofesi sebagai ASN, Bernad juga memiliki beberapa pengalaman aktif di berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Organisasi Profesi, seperti;
Sekretaris Pengurus Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) tahun 2004-2009.
Ketua Umum Masyarakat Petani Cengkeh Maluku (MPCM) tahun 2005-2010.
Ketua Umum Generasi Muda Korps Pegawai Republik Indonesia (GM KORPRI) tahun 2004-2009.
Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Muda (ICMI Muda) pada tahun 2006 – 2011.
Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) pada tahun 2010 – 2015.
Wakil Sekretaris JenderaI Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) tahun 2011- 2016.
Editor: Herly Umbas