Bitung, Fajar Manado – Aset Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) di Kota Bitung, diterpa banjir bandang dan menenggelamkan bangunan setinggi 1,5 meter akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 01.30 dini hari Minggu (12/2).
Aset Kementerian KKP itu adalah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan Perikanan (BPSDM- KKP), Politehnik Kelautan Perikanan (PKP) Bitung dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP)di kelurahan Aertembaga, kecamatan Aertembaga.
Kepala BPSDM-KKP Rifky Effendy Haridjanto, Senin (13/2) mengakui ke tiga asep KKP tersebut diterpa banjir bandang dan menenggelamkan bangunan setinggi 1,5 meter yang melanda Kota Bitung.
“Bahkan pada pukul tujuh pagi, curahan banjir bandang langsung menghancurkan pagar pembatas dan menerjang gedung yang ada di kompleks ketiga bangunan,” kata Risky.
“Peristiwa ini sudah langsung kami laporkan ke Jakarta dan langsung ditindaklanjuti oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan, bahkan tim khusus sudah tiba di Bitung, namun harus menggunakan perahu karet karena mobil tertahan tiga kilometer dari lokasi bencana alam tidak bisa masuk,” ungkap Risky.
Sementara menurut Direktur Politeknik Kelauatan Perikanan (KKP), Bambang Suprakto, pihaknya bersama dengan taruna bersama-sama bahu membahu dengan masyarakat menyelamatkan aset yang boleh terselamatkan.
“Melihat terjangan banjir bandang yang sangat deras, maka para taruna membantu warga sekitar untuk menyelamatkan diri dari bencana tersebut,” ungkap Bambang.
Dalam kondisi seperti itu, lanjutnya, jiwa solidaritas dan kemanusiaan untuk saling tolong menolong menjadi hal yang pertama kali muncul, seperti pada keadaan bencana banjir dan tanah longsor di Kota Bitung.
Pada kesempatan itu, Kepala BPPP Ayep Suryana mengatakan, kerugian yang dialami selain bangunan yang sebagian rusak diterjang banjir, juga genset, peralatan pendidikan, satu mobil dinas dan rumash pegawai sebanyak tujuh buah.
Suryana menambahkan, banjir bandang kali ini merusak prasarana dan sarana serta hilangnya udang vanamae yang dibudidayakan di tambak BPPP.
“Kami memberikan apresiasi bagi pemerintah Kota Bitung, Pemerintah Provinsi, TNI, Kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Bancana termasuk Dinas KKP Kota Bitung, yang bahu membahu melakukan tindakan cepat tanggap darurat terhadap musibah tersebut.
Kondisi korban banjir dan tanah longsor sempat ditinjau Menko PMK Puan Maharani dan memberikan bantuan sosial serta berdialog dengan para korban.
(risma tofan)