Ratahan,Fajarmanado.com — Ketua Kewaspadaan Dini kabupaten Minahasa Tenggara yang sekaligus sebagai Sekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Minahasa Tenggara Semuel Montolalu,SH, sangat menyanyangkan peristiwa pembakaran Baliho dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pembakaran atribut salah satu calon bupati di kecamatan Touluaan selatan lebih tepatnya di desa kalait pada hari senin dini lalu.
“Kejadian pembakaran baliho milik Komisi Pemilihan Umum dan atribut salah satu calon bupati Mitra ini, sangat di sayangkan,” ujar Montolalu selasa (24/10/2017) ketika wawancara oleh Fajarmanado.com di Ratahan.
Lanjut Montolalu, aparat penegak hukum di minta untuk serius menaggani masalah ini.
“Aparat penegak hukum yaitu pihak kepolisian di minta serius menanggani masalah pembakaran baliho milik KPU Dan atribut milik salah satu calon bupati Minahasa Tenggara,” kata Montolalu.
Montolalu juga menambahkan kalau dari pihak PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Tenggara akan memaafkan pelaku pembakaran atribut salah satu calon bupati Mitra.
” Dari pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kabupaten Minahasa Tenggara akan memaafkan pelaku pembakaran atribut salah satu calon bupati Minahasa Tenggara, dengan harapan pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya,”tambah Montolalu.
Terpisah Kapolsek Touluaan Michael Kamagi ketika di komfirmasi oleh Fajarmanado.com menjelaskan pihaknya sementara belum menerima laporan,tetapi pihaknya sudah sementara melakukan penyilidikan.
“Pihaknya sementara melakukan penyilidikan terhadap kasus pembakaran Baliho milik Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Dan atribut dari salah satu calon bupati Minahasa Tenggara,” kata kamagi
Lanjut kamagi menjelaskan kronologis kejadian pembakaran ini, berawal dari sekelompok anak anak remaja berkumpul di lokasi kejadian melakukan bakar bakar ikan ikan lalu iseng iseng mereka membakar baliho Milik KPU dan atribut salah satu calon bupati Mitra.
“Kronologis kejadian pembakaran baliho Dan atribut milik salah satu calon bupati Minahasa Tenggara Ini,berawal dari sekelompok anak anak remaja kumpul kumpul di lokasi pembakaran untuk bakar bakar ikan,lalu iseng iseng mereka membakar baliho milik KPU Dan atribut salah satu calon bupati Minahasa Tenggara,”jelas Kamagi.
Kamagi juga menambahkan pihaknya sudah memanggil saksi untuk meminta keterangan.
“Pihaknya sementara ini sudah memanggil satu orang saksi untuk meminta keterangan terkait pembakaran atribut milik Komisi Pemilihan Umum dan atribut salah satu calon bupati Minahasa Tenggara,” kunci Kamagi.
Penulis : Didi Gara