Ratahan,FajarManado.Com — Harga Kopra di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 9 ribu.Youke Rogahang, pengusaha kopra di Ratahan mengatakan bahwa harga Kopra memang naik. “Iya kalau untuk harga kopra naik,” ungkapnya, pada selasa (12/09/2017) kemarin.
Dia mengatakan meski harga kopra naik, tapi hasil produksi khusus di Kecamatan Ratahan menurun. “Tapi untuk hasil produksi terjadi penurunan. Ini dampak musim panas lalu, yang berdampak pada hasil panen kelapa,” ungkapnya.
Dia mengatakan saat cuaca normal ia bisa mengumpulkan kopra sebanyak 40 ton per minggu. Baik dari petani dan pengepul kecil.
“Ya pernah seminggu bisa 40 ton. Tapi dampak musim panas lalu saat ini hanya bisa mengumpulkan 15 ton kopra kering per minggu,” ungkapnya.
Melki Wawelang, Petani kelapa mengatakan, musim panas beberapa waktu lalu masih berdampak sampai saat ini.
“Sebab musim panas lalu menyebabkan bakal buah rusak. Sampai saat ini hasil panen belum maksimal,” jelasnya.
Dia mengatakan, meski hasil panen berkurang namun masih berimbang dengan harga kopra.
“Meski hasil panen turun, tapi harga naik jadi masih normal belum ada kerugian,” katanya.
Yafet Mangamis petani lainnya, bahwa saat ini hasil panen mulai membaik.
“Ini sudah membaik, tapi untuk dapat hasil normal mungkin bertahap,” jelasnya.
Namun untuk cuaca saat ini menimbulkan kesulitan lain.
“Kan sekarang musim hujan, jadi proses penjemuran kopra sering terhambat. Tapi sebisa mungkin kita akali dengan pengeringan lewat pengasapan,” jelasnya.
Kepala Dinas Pertanian Elly Sangian mengatakan untuk meningkatkan produksi petani kelapa Mitra akan memberikan bantuan bibit kelapa.
“Kita rencanakan akan memberikan bibit kelapa bagi para petani. Hal ini untuk meningkatkan produksi hasil panen,” katanya.
Menurutnya, ada 100 ribu bibit kelapa yang rencananya akan diberikan Pemkab.
“Tapi kita lakukan secara bertahap untuk semua Kabupaten di Mitra. Bergantian dengan penyaluran bantuan lain sepeti cengkih dan pala,” tandasnya.
Penulis : Didi Gara