Airmadidi, Fajarmanado.com — Mendapatkan piala Adipura merupakan impian semua daerah yang ada di Indonesia, termasuk Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam pengumuman yang akan dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup pada bulan Juli mendatang.
Namun sayangnya, piala untuk penghargaan dalam bidang kebersihan ini, ternyata masih jauh untuk didapat oleh Pemkab Minut dan hanya tinggal mimpi dan sirna. Pasalnya, kebersihan sejumlah Lokasi khusus (Lokus) yang menjadi tempat penilaian dari tim Adipura, diduga masih di bawah standar. “Kita hanya upayakan bisa mendapat sertifikat,” tutur Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup Minut Tieneke Rarung SH, Rabu (14/6/2017).
Dirinya pun mengakui jika penilaian terhadap sejumlah Lokus dimana kebersihannya masih sangat kurang. Hal ini yang menjadi penyebab jika Minut belum bisa memperoleh piala Adipura. “Banyak lokus-lokus, terlebih di perumahan yang kurang bersih. Padahal di situ banyak warga,” kata Rarung.
Rarung mengakui ada yang kurang dalam upaya merebut kembali Piala Adipura. Padahal beberapa tahun silam, Pemkot Kotamobagu sampai mengirim pegawai Badan Lingkungan Kota Kotamobagu untuk belajar di Minut tentang cara dan strategi untuk meraih piala Adipura.
“Pegawai Kota Kotamobagu sampai dikirim untuk studi banding di Minut guna mempelajari berbagai hal terkait upaya untuk meraih Adipura. Itu terjadi saat saya masih menjadi Camat Kalawat,” ucap Rarung.
Namun demikian, dirinya optimism Minut akan peroleh piala Adipura tahun depan. Ini menyusul dengan hadirnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah sesuai dengan standar yang diwajibkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “TPA sudah sesuai standar serta alat-alat pendukung seperti ekscavator, traktor, truk pengangkut sampah model arm-roll sudah memadai,” ungkap Rarung.
Penulis: Rusdiyanto Rantesalu