DPP APDESI

Muat Rumah Woloan, Perahu Tenggelam dan 2 Penumpang Tewas

Muat Rumah Woloan, Perahu Tenggelam dan 2 Penumpang Tewas
Polairud Polda Sulut saat menemukan jasad Refli Tulung yang tengah mengapung di perairan laut antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga, Rabu (06/09/2017) tadi. Foto: Humas Polda Sulut.
Likupang, Fajarmanado.com – Sebuah perahu  jenis pajeko bernama Sola Gratia, dikabarkan tenggelam akibat dihantam gelombang air laut dan mengakibatkan dua orang penumpang dipastikan tewas di perairan laut wilayah Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Peristiwa yang terjadi di antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga pada sekitar pukul 16.00 Wita, Selasa (05/09/2017) ini, memastikan dua orang meninggal setelah salahsatu korban ditemukan Rabu (06/09/2017), pagi tadi.

Pajeko Sola Gratia naas tersebut, dikabarkan dihantam gelombang laut sekitar 3 meter di perairan Desa Serei, tepatnya di antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga setelah berlayar sekitar satu jam dari Pelabuhan Munte.

Pajeko berkekuatan 2 mesin 40 PK yang dinahkodai oleh Yoseph Pantulu membawa serta dua anak buah kapal (ABK) dan 10 penumpang serta material bangunan berupa 8 kubik kayu balok dan 4 kubik papan bakan baku rumah papan produksi Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Barat, Kota Tomohon. Ke 10 penumpangnya tak lain adalah para tukang bangunan asal Woloan.

Delapan penumpang beserta 2 ABK dan nahkoda berhasil ditolong oleh perahu Long Beach, yang dinahkodai Roli Salindeho beberapa saat setelah musibah. Sementara dua penumpang lainnya, Didi Ngala (45 tahun) dan Refli Tulung (56 tahun), terseret arus.

Sekitar satu jam setelah kejadian, Didi Ngala ditemukan dalam keadaan tewas oleh nelayan Desa Gangga, di perairan antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga. Korban lalu dievakuasi ke Puskesmas Mubune Likupang Barat.

Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael melalui Kasubbag Humas, AKP Alex Watugigir, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pihak Polres Minut dan jajaran kemudian berkoordinasi dengan Bakamla dan Tim SAR untuk melakukan pencarian terhadap Refli Tulung,” ujarnya kepada wartawan di Likupang, siang tadi.

Refli Tulung akhirnya juga ditemukan kemudian dalam keadaan tewas oleh tim gabungan Polairud Polda Sulut dan SAR dibantu nelayan setempat pada besok harinya,  Rabu (06/09/2017) pagi ini. Refli ditemukan di perairan antara Pulau Lihaga dan Pulau Gangga.

Menyadari musibah alam ini, kata Watugigir, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan menandatangani surat pernyataan penolakan.

“Meski kemungkinan akibat gelombang yang tinggi, namun penyebab pasti tenggelamnya perahu masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Editor : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *