Airmadidi,Fajarmanado.com – Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia yang tidak ditemukan pada bangsa lain. Selain itu pancasila tidak hanya dijadikan pedoman bangsa, namun harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar tetap tegak berdiri dalam wadah NKRI.
Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara (Minut) , Jemmy Kuhu saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan hari kesaktian pancasila di lingkungan pemerintah kabupaten Minahasa Utara, Senin (2/10), dilapangan upacara kantor bupati Minut.
“Momentum hari kesaktian pancasila ini memiliki nilai penting dan bersejarah bagi perjalanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap tanggal 30 September kita mengenang jasa para Pahlawan Revolusi dan pada 1 Oktober ini memperingati hari kesaktian pancasila,”kata Jemmy Kuhu.
Lebih lanjut Kuhu mengatakan, Pahlawan Revolusi sangat berjasa dalam mempertahankan martabat dan perjuangan bangsa Indonesia. Peristiwa G 30/S PKI, saat itu banyak pahlawan yang gugur dan dikenal dengan monumen pancasila sakti, lubang buaya Jakarta.
“Generasi bangsa dimasa sekarang ini hanya duduk menikmati hasil perjuangan tersebut. Jadi sudah seyogyanya kita mengisi kedaulatan dengan melakukan hal yang terbaik, terutama dalam bahu membahu untuk membangun Minahasa Utara yang kita cintai ini,”pesan Kuhu.
Peringatan hari kesaktian pancasila tahun 2017 dengan tema ” Kerja bersama berlandaskan pancasila mewujudkan masyarakat adil dan makmur”, suasananya berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana hampir seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti upacara mengenakan pakaian batik karena tanggal 2 oktober ini bertepatan dengan hari batik nasional.
Penulis : Joel Polutu