Airmadidi,Fajarmanado.com – Kerukunan antara umat beragama dan tingginya toleransi mengantarkan Desa Maen Kecamatan Likupang Timur ditetapkan sebagai desa moderasi beragama oleh kementrian agama. Program desa moderasi Beragama merupakan program Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membentuk sebuah kampung, desa atau lingkungan dengan sifat toleransi umat beragama yang tinggi dan menciptakan kerukunan antar umat beragama ditengah masyarakat.
Hukum tua desa Maen Muhammad Abasi mengatakan, kentalnya toleransi antar umat di desa Maen tak lepas dari tingginya pemahaman masyarakat dalam meyikapi perbedaan sehingga bisa hidup berdampingan dan tidak ada sekat antar suku dan agama. Ini menurutnya yang menjadi parameter kementrian agama dalam menetapkan desa Maen sebagai salah satu dari 3 desa di Minahasa Utara yang ditetapkans sebagai desa moderasi beragama.
“Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat desa Maen yang mampu menjaga kerukunan ditengah keragaman suku dan agama sehingga desa kami bisa mendapatkan penghargaan dan ditetapkan sebagai desa moderasi beragama oleh kementrian agama. Ini akan menjadi motivasi kami pemerintah dan masyarakat untuk lebih meningkatkan rasa tolaransi antar umat beragama serta saling menghargai antar suku yang ada di desa.”kata Abasi.
Ia menjelaskan, warga desa Maen mayoritas beragama Islam dan sebagian besar berasal dari suku Gorontalo, sangat kental dengan seni dan budaya Nusa Utara. Bahkan kedepan pemerintah desa akan membentuk kelompok seni yang mengkolaborasikan musik rabana yang merupakan alat musik khas timur tengah dengan alat musik gitar panjang yang berasal dari Nusa Utara.
Pencanangan desa moderasi beragama ini dilakukan langsung oleh wakil Menteri Agama RI H. Zainut Tauhid Sa’adi yang diikuti secara daring oleh pemerintah kabupaten Minahasa Utara yang digelar di JG Center, Jumat (14/7). Untuk Kabupaten Minahasa Utara terpilih 3 desa yang ditetapkan sebagai desa Moderasi Beragama, yakni desa Maen kecamatan Likupang Timur, Desa Laikit kecamatan Dimembe dan Desa Tontalete kecamatan Kema. Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Ir. Novly Woliling, Asisten I Umbase Mayuntu, Kepala Kementerian Agama Minahasa Utar dan tokoh agama.