Tondano, FajarManado.News — Masyarakat Kawangkoan kini patut berbangga. Janji Vanda Sarundajang, SS, Wakil Bupati Minahasa yang karib disapa Vasung akan mengembangkan Taman Kota Kawangkoan, akhirnya berbuah manis.
Dikawal ketat empat legislator asal Kawangkoan raya dan dua legislator Dapil Minahasa 4 lainnya, maka pengembangan dan penataan Taman Kota Kawangkoan dipastikan bakal berlanjut pada tahun 2026 mendatang.
“Pengembangan Taman Kota Kawangkoan mendapat anggaran sebesar 500 juta (rupiah) melalui APBD 2026,” komentar senada Drs. Dharma Patria Palar dan Stvri Jefferson Tenda kepada FajarManado.News, Minggu, 30 November 2025.
APBD Kabupaten Minahasa 2026 telah disahkan DPRD Minahasa melalui Rapat Paripurna di Kantor DPRD Minahasa, Sasaran, Tondano, Sabtu, 29 November 2025, tadi malam.
Setelah melalui rangkaian proses yang alot di tingkat banggar, nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 yang disampaikan Bupati Robby Dondokambey sehari sebelumnya, kompak diterima dan disahkan dalam paripurna DPRD Minahasa yang dipimpin Ketua Robby Longkutoy didampingi dua Wakilnya, Adrie Kamasi dan Putri Pontororing.
“APBD ini disusun berlandaskan prioritas pembangunan daerah sesuai RPJMD, kebijakan nasional, tantangan ekonomi dan sosial, serta kebutuhan pembangunan yang mendesak dan strategis,” tutur Bupati Robby Dondokambey (RD).
Defisit
Saat memapar ringkasan postur RAPBD 2026, Bupati RD mengungkapkan, akibat pengetatan anggaran dari pemerintah pusat, APBD Minahasa 2026 terdapat defisit anggaran.
Pasalnya, sektor belanja mencapai Rp1.147.926.030.877, sedangkan pendapatan daerah hanya Rp1.126.800.207.421. Jadi terdapat Rp21.125.823.456. Tapi selisih kurang ini, diprogramkan akan ditutup dengan pembiayaan netto.
Meski kena kebijakan pengetatan anggaran dari pusat, yang turun sekira Rp.250 miliar, namun total dana APBD 2026 Minahasa ini masih didominasi oleh transfer anggaran pusat yang sebesar Rp.973,25 miliar. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya ditargetkan Rp.128,72 miliar.
Menurut Bupati RD, Ada empat sektor prioritan APBD Minahasa 2026 ini.
1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar, meliputi pendidikan inklusif, peningkatan mutu layanan kesehatan hingga tingkat desa/kelurahan, pengentasan kemiskinan, dan perlindungan sosial.
2. Pengembangan Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan, melalui pemberdayaan UMKM, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, serta penguatan pasar rakyat dan investasi daerah.
3. Pembangunan Infrastruktur yang Merata dan Berkelanjutan.
4. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan, dengan penguatan akuntabilitas dan efisiensi belanja daerah.
Kawangkoan Patut Berbangga
Kendati mengalami pengetatan anggaran dari pusat, namun Dharma Palar dan Stvri Tenda mengatakan, masyarakat Kawangkoan patut berbangga.
“Taman Kota Kawangkoan masih mendapat 500 juta (rupiah) untuk pengembangan, sesuai janji Ibu Vanda Sarundajang,” ujar Dharma.
Dihubungi terpisah, Dharma dan Stvri mengungkapkan bahwa dana yang dialokasikan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu, bakal dibangunkan pendopo di lahan eks Kantor Distrik Kawangkoan atau bekas Kantor Pembantu Bupati Kawangkoan di seberang jalan taman kota.
“Taman Kota yang sudah mulai dibangun tahun ini di lahan bekas shopping centre, akan diperluas sampai di atas tanah esk Kantor Pembantu Bupati Kawangkoan,” ujar mereka senada.
“Seperti apa desainnya nanti, kami sepakat akan kawal seperti dengan mendapat alokasi anggaran tahun depan ini,” sambung Dharma.
Yang dimaksud dengan kata “kami”, tak lain empat anggota DPRD Minahasa, yakni Dharma dan Stvri, Jelly Frelly Lolowang serta Ivana Wuwungan, termasuk dua legislator Dapil Minahasa 4 lainnya, yaitu Rifky Roring dan Meiliana Onibala.
Seperti diberitakan, Vasung, yang tak lain tokoh sentral Kawangkoan raya berjanji akan memperjuangkan Taman Kota Kawangkoan kembali mendapat anggaran pengembangan pada tahun 2026 depan.
“Tahun depan akan ada anggaran lagi sebesar 300 juta (rupiah). Saya akan genjot kalau bisa mencapai 500 juta,” ungkap Vasung, seperti diberitakan 26 November 2026.
Untuk itu, ia menghimbau masyarakat Kawangkoan harus bersabar. Di tengah pengurangan anggaran transfer dari pemerintah pusat, Taman Kota Kawangkoan masih kecipratan anggaran pembangunan.
Sementara, bangunan eks Kantor Distrik Kawangkoan di seberang jalan 17 Agustus yang simpang tiganya berdiri Tugu Kumawangkoan, telah ditinjau tim aset untuk dibongkar.
Bangunan tua yang didirikan di jalan pemerintahan Belanda itu kini telah rusak parah dan tidak dimanfaatkan lagi.
[herly umbas]