Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pekerjaan proyek di Pasar Kawangkoan, Minahasa diduga sarat manipulasi. Kali ini, pembangunan 50 kios ternyata tidak dilengkapi dengan ring balok.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Minahasa, Ir Dolvie Kasenda tampak kaget mendengar kabar ini.
“Ah masak, ring balak (balok) harus ada, bagaimana mungkin bisa menahan roller window-nya nanti,” katanya menjawab Fajarmanado.com, Senin (24/10).
Kasenda mengatakan, setahunya ada ring balok yang dicor di atas kios-kios agar mampu awet menahan beban rangka baja dan atap dalam gambar desain proyek. “Saya akan cek kembali,” ujarnya melalui telepon selular.
Pemantauan media ini, baja berat sudah terpasang melekat di atas ring balok pada bangunan induk lapak.
Proses pekerjaan 168 lapak di bagian dalamnya dan kios-kios yang memajang di empat sisi bagian luarnya telah memasuki tahapan pemlesteran dan pemasangan rangka atap berkontrusksikan baja ringan.
Namun rangka-rangka atap tersebut tidak semua terpasang rata di atas kios. Sebagian di antaranya menggunakan kayu pengganjal.
“Persoalannya kan, tidak dibuatkan ring balak, kalau ada pasti rata dan tidak p
erlu lagi pengganjal seperti itu,” kata Alfian Tilaar, salahsatu pedagang pasar Kawangkoan.
Ketiadaan ring balok, dipastikan akan menyebabkan susunan bata tidak akan mampu bertahan lama menahan beban rangka dan atap bangunan. “Apalagi bila terjadi gempa nanti,” kata warga Kelurahan Kinali, Kawangkoan ini.
Meidy Pola mempertanyakan kinerja perusahaan konsultan PT Sulfana Karya Jaya. Selain tak rutin melakukan pengawasan, juga telah berganti-ganti orang yang ditugaskan mengawasi pekerjaan proyek berbandrol Rp.6,2 miliar lebih ini.
“Kalau terjadi manipulasi pekerjaan perusahaan konsultan proyek harus ikut bertanggung jawab,” kata Pembantu Kepala Lingkungan 1 Kelurahan Uner Satu, lokasi Pasar Kawangkoan ini.
(ely)