Tompasobaru, Fajarmanado.com – Kendati sudah sekitar enam bulan selesai dibangun, Pos Polisi di Tompasobaru belum juga difungsikan sampai akhir Mei 2017. Masyarakat pun mendesak Polres Minahasa Selatan (Minsel) supaya segera menempatkan personilnya.
“Pos Polisi di Desa Tompasubaru Dua itu dibangun dengan APBD 2016. Entah mengapa Polres Minsel belum juga memanfaatkannya,” kata Yasin Ibrahim, tokoh agama Tompasobaru kepada Fajarmanado.com di Tompasobaru, Rabu (31/5/2017).
Pengoperasian Pos Polisi (Pospol) tersebut, katanya, sangat efektif membantu pembinaan Kamtibmas dan pengendalian kemungkinan tindak kriminalitas di wilayah Kecamatan Tompasobaru dan Kecamatan Maesaan.
Wilayah ke dua kecamatan ini, menurut Ibrahim, terlalu luas dicaver oleh personil Polsek Tompasobaru, apalagi di wilayah ini dikenal rawan dengan berbagai peristiwa kriminalitas, baik antarindividu atau bentrok antarkelompok warga setempat.
“Jika Pos Polisi ini digunakan, maka polisi akan semakin cepat bergerak apabila ada gangguan potensi gangguan keamanan sehingga akan semakin membuat wilayah ini kondusif,” ujarnya.
Jangankan warga pendatang, masyarakat Kecamatan Tompasobaru dan Maersaan pun telah gerah dan cemas dengan kerapnya terjadi gangguan Kamtibmas di dua wilayah kecamatan yang berbatasan langsung ini.
“Saya sangat yakin, apabila Pos Polisi ini dimanfaatkan Polres Minsel kondisi keamanan di Tompasobaru dan Maesaan akan menjadi makin kondusif karena polisi dengan mudah menjangkau semua wilayah apabila ada gangguan keamanan,” katanya
Yasin Ibrahim, yang adalah salah satu Iman di Masjid Pinaesaan menilai sangat elok kalau Polres Minsel segera Pospol Tompasobaru, apalagi akan melibatkan personil Polda Sulut.
“Saya dengan Polda Sulut akan mengirim 1 SSK Brimob untuk bertugas di Pospol tersebut. Kalau itu benar, tolonglah segera direalisasikan supaya akan menciptakan suasana Tompasobaru dan Maesaan yang lebih aman dan nyaman,” paparnya.
Camat Tompasobaru Eva Kaligis, SPd membenarkan bahwa Pospol tersebut sudah layak digunakan. “Itu dibangun dengan dana APBD saat Camat Tompasobaru dipegang Pak Henri Palit, dan saya waktu itu Sekcam,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengaku tak tahu persis apa yang menjadi penyebab sehingga Polpol Tompasobaru itu belum juga digunakan Polres Minsel. “Itu bukan kewenangan camat tapi Polres. Namun saya dengar dalam waktu dekat segera dikirim personil bertugas di sana,” paparnya.
Pantauan wartawan Fajarmanado.com, kondisi Pospol tersebut terkesan tidak terawat. Rerumputan liar telah tumbuh subur di halamannya. Bahkan, terlihat sampah yang diduga produksi masyarakat mulai menumpuk di beberapa sudut halaman.
(andries/Prokla)