Tondano, Fajarmanado.com — Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) kerap mengeluh terkait kinerja Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di kampus milik pemerintah ini. Mereka menilai tim khusus yang dibentuk tersebut ibarat macan ompong karena tidak pernah menunjukkan hasil, padahal aksi pungli dilaporkan marak terjadi di kampus Unima selama ini.
Bukanya musnah, praktik pungutan liar (Pungli) di kampus yang bertahta diatas Pegunungan Tampusu tersebut diklaim seakan terus dipupuk. Pasalnya, meskipun sudah ada Tim Saber Pungli, tidak ada bukti kinerja yang mantap dari orang-orang yang tergabung didalamnya. Dampaknya, para oknum pelaku Pungli semakin menjadi.
Keluhan terkait kinerja Tim Saber Pungli Unima sudah berulang kali disuarakan lewat panggung unjuk rasa di depan gedung rektorat Unima. Selama itu pula mahasiswa menilai para pejabat yang berkewenangan di Unima tidak pernah menindaklanjuti keluhan tersebut untuk membubarkan Tim Saber Pungli Unima.
“Tim Saber Pungli di Unima sepertinya terus memanjakan para oknum pelaku Pungli di Unima. Karenanya, prilaku menjijikan yang melanggar hukum tersebut tidak pernah musnah dari kampus ini,” ujar Eko, mahasiswa salah satu Fakultas di Unima.
Untuk itu dirinya meminta keterlibatan kepolisian untuk memberantas Pungli di Unima. “Polisi harus memperhatikan hal ini. Kalau tidak, mahasiswa akan semakin disiksa oleh para oknum pelaku Pungli,” jelasnya.
Menanggapi pernyataan mahasiswa tersebut, Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair SIK MH mengatakan jika pihaknya sangat siap untuk masuk ke Unima. Apalagi jika ada keluhan, terlebih disertai bukti yang akurat.
“Polisi bisa masuk ke Kampus Unima untuk memberantas Pungli. Kan Pungli adalah tindakan melanggar hukum, jadi sudah kewajiban kami untuk memberantasnya,” ujar Syamsubair.
Lanjutnya, mahasiswa jangan sungkan dan jangan takut untuk melaporkan kepada polisi jika menjadi korban tindakan melanggar hukum seperti Pungli. “Kalau ada bukti, silahkan bawa kepada polisi. Pasti akan ditindaklanjuti. Karena bukti adalah pijakan awal untuk melangkah lebih jauh,” jelas Syamsubair.
Penulis : Fiser Wakulu