Polda Sulut Ungkap Penyebab Kematian Mahasiswi Unima yang Viral Jadi Korban Pelecehan Seksual

Dirreskrimum Suryadi sebut masih tunggu hasil labfor sampai pemeriksaan DNA

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi didampingi Direktur PPA/PPO Kombes Pol Nonie Sengkey mengungkap penyebab kematian mahasiswi Unima, berinisial AE dan langkah polisi menjadikan kasus yang sempat viral di media sosial ini terang benderang saat konferensi pers di Mapolda Sulut, Jalan Bethesda Manado, Senin (12/1/2026) pagi. Foto: Ist/Humas Polda Sulut.

Manado, FajarManado.News — Polda Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya mengumumkan penyebab sementara kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial AE (21) karena gantung diri.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut Kombes Pol Suryadi mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di Aula Tri Brata Polda Sulut, Senin, 12 Januari 2026 pagi.

Kasus yang terjadi di sebuah kos-kosan pada 30 Desember 2025 di Kota Tomohon itu, katanya, langsung direspon Polres Tomohon dengan menurunkan tim dan melakukan olah  tempat kejadian perkara (TKP).

“Kesimpulan sementara murni gantung diri dengan ciri-ciri orang gantung diri,” ujar Kombes Suryadi didampingi Direktur PPA/PPO Kombes Pol Nonie Sengkey.

Berdasarkan keterangan saksi dan dokumen yang didapatkan, jelas Suryadi, korban mengalami depresi dalam kehidupan pribadinya, sehingga memilih gantung diri.

Kematian mahasiswi yang sedang mempersiapkan ujian proposal pada 6 Januari 2026 tersebut, oleh orang tua korban diduga tidak wajar sehingga dilaporkan besoknya, 31 Desember 2025.

Dikatakan, terkait laporan orang tua korban bahwa adanya kekerasan seksual, pelecehan dan dugaan pembunuhan, polisi sudah lakukan penyelidikan dan memeriksa 13 saksi, termasuk orang tua korban, teman korban, penjaga kos, Satgas PPKT Unima, BEM Unima, dan klarifikasi terhadap security dan dokter ahli.

“Dan terhadap terlapor tindakan kekerasan seksual atas nama terduga DM juga kami sudah lakukan klarifikasi,” ujarnya.

Seperti ramai diberitakan, DM adalah oknum dosen Unima yang viral di media sosial melakukan pelecehan seksual terhadap EA berdasarkan curahan hati korban dalam tulisan tangannya yang beredar.

Tiga Produk Tulisan

Kombes Suryani mengatakan, dalam penyelidikan, penyidik menemukan dokumen berupa 3 produk tulisan tangan yang diduga ditulis oleh korban.

Pertama tertulis tanggal 16 Desember 2024. Surat ini ditujukan kepada Dekan Unima terkait kejadian pelecehan seksual yang terjadi pada tanggal 12 Desember 2024 yang dialami AE.

Selanjutnya, penyidik menemukan pula dua produk tulisan berupa diary curhatan hati korban, bahwa ia mengalami masalah dalam dirinya dan berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar semangat dalam kuliah.

AE juga menulis apabila ia meninggal nanti, jika ingin berziarah ke kuburannya jangan menggunakan pakaian berwarna pink. “Dan saat dilakukan perbandingan tulisan pertama identik dengan kedua tulisan korban,” tutur Dirreskrimum Suryadi.

Menurutnya, dari kesimpulan sementara, kurang lebih 1 tahun sudah terjadi depresi pada diri korban.

Tunggu Hasil Lapfor

Dalam upaya mengungkap kasus ini secara terang benderang, Kombes Pol Suryadi mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil uji laboratorium forensik dari Bidlabfor Polda Sulut untuk pemeriksaan sampel isi lambung dan hapusan vagina.

Selain itu, hasil pencocokan tulisan buku harian dan tulisan di buku kampus korban, pemeriksaan DNA di kain yang digunakan untuk gantung diri berkoordinasi dengan CJS.

Kombes Suryadi menjelaskan bahwa pihaknya juga melakukan pemeriksaan secara scientific investigation terhadap komunikasi yang dilakukan korban dengan pacarnya, di mana diduga sudah beberapa bulan terjadi ketidakharmonisan.

“Tentunya ini masih dalam proses penyelidikan, mohon bersabar, dan segala info terkait perkara yang kami tangani, bisa disampaikan, harapannya kita bisa bekerjasama dalam rangka pengungkapan peristiwa tindak pidana yang terjadi di Sulawesi Utara,” tutup Dirreskrimum Polda Sulut.

[**/heru]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *