DPP APDESI

Polda Sulut Miliki Alat Terapi Oksigen Hiperberik

Polda Sulut Miliki Alat Terapi Oksigen Hiperberik
Polda Sulut kini sudah memiliki alat hyperbaric chamber atau terapi oksigen hiperberik. Untuk itulah maka digelar sosialisasi pemanfaatannya kepada personil Polda Sulut di Aula Catur Prasetya, Polda Sulut, Selasa (06/06/2017).
Manado, Fajarmanado.com – Bidang Dokkes Polda Sulut bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Faked UI) menggelar sosialisasi pemanfaatan alat terapi oksigen hiperberik kepada personil Polda Sulut di Aula Catur Prasetya, Polda Sulut, Selasa (06/06/2017).

Sosialisasi diberikan langsung oleh Guru Besar Faked UI, Prof Dr M Guritno Suryo Kusumo, yang juga Ahli Hyperbaric Chamber terapi oksigen di Indonesia. Mantan Perwira Tinggi Angkatan Laut, yang pernah menjabat Komandan Sekolah Pasukan Khusus ini, memaparkan tentang bagaimana teknik dalam penyelaman dan penggunaan alat terapi medis bertegangan tinggi (hyperbaric chamber).

Kapolda Irjen Pol Drs Bambang Waskito, saat membuka sosialisasi menilai kegiatan ini sangat baik dilaksanakan, mengingat wilayah Sulut memiliki banyak pulau dan lautan yang luas, di dalamnya ada ikon wisata mendunia yaitu Taman Laut Bunaken yang menawarkan wisata bawah laut seperti diving dan snorkeling. “Alat ini sangat baik digunakan oleh para penyelam,” ujarnya.

Risiko terbesar yang dapat dialami para penyelam adalah penyakit dekompresi. Untuk mengatasi penyakit ini dipergunakan metode pengobatan terapi oksigen hiperbarik (TOHB) dimana pasien diberikan pernafasan dengan oksigen murni (100%) pada kondisi tekanan udara lebih besar daripada tekanan udara atmosfer normal, dan proses ini dilaksanakan dalam suatu Ruang Udara Bertekanan Tinggi (hyperbaric chamber).

Seiring perkembangan waktu, lanjutnya, alat ini juga bisa dipergunakan untuk mengatasi penyalit klinis lain, seperti diabetes, jantung koroner dan lain-lain.

Kapolda juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan berkala personil Polda Sulut tahun 2016, terdapat 5 penyakit menonjol yang dialami anggotanya, yaitu obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, profil lemak dan fungsi liver.

Jadi disarankan oleh Kapolda, bagi personil yang memiliki riwayat penyakit seperti itu, agar silahkan mencoba menggunakan alat tersebut.

“Kegiatan ini sesuai dengan salah satu Program Promoter Kapolri yaitu peningkatan kesejahteraan personil Polri. Saya berharap personil Polri dapat memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya demi terciptanya kondisi yang sehat sejahtera,” ujar Kapolda.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Drs. Refdi Andri, MSi, para pejabat utama Polda, dan ratusan personil Polda Sulut.

Penulis  : Tonny M

Editor    : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *