DPP APDESI

Komplotan Spesialis Pencurian Susu Disergap Polisi

Manado, Fajarmanado.com – Ini harus diwaspadai pemilik dan pengelola supermarket di Kota Manado. Tim Macan Polresta Manado dikabarkan baru saja berhasil membongkar jaringan pencurian susu di salah satu supermarket di kawasan Bahu Manado.

Tujuh orang terssngka dicengkram polisi di Hotel Sahid Kawanua Teling, Manado pada Senin (26/3/2018). Ironisnya, enam di antara komplotan pencuri ini berasal dari pulau Jawa.

Mereka adalah,  perempuan berinisial F alias Ida (53 tahun), warga Surabaya, perempuan A alias Asma (48 tahun) warga Surabaya, lelaki K alias Kus (28 tahun), warga Surabaya, lelaki S alias Sul (47 tahun) warga Surabaya, lelaki SH alias Sam (44) warga Surabaya dan lelaki J alias Juwarno (47) warga Nganjuk dan lelaki berinisial FO alias Fred (25 tahun) tercatat satu-satunya warga Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Kasus pencurian susu tersebut terjadi di Transmart Bahu Mall dan terbongkar berkat peran aktif sekuriti supermarket itu pada Senin kemarin.

Sekuriti Transmart menangkap tangan tersangka Asma ketika diketahui beraksi sendirian. Wanita berpenduduk Surabaya ini kemudian dibawa  ke Polsek Malalayang untuk diproses pidana pencurian.

Berdasarkan hasil interogasi, Kapolsek Malalayang selanjutnya menghubungi Tim Macan Polresta Manado dan melakukan penyelidikan. Tim khusus yang sudah berkalj-kali mencatat prestasi ini akhirnya berhasil menemukan dan mencengkram enam orang tersangka lainnya di Hotel Sahid Kawanua Teling.

Kapolresta Manado melalui Kasubbag Humas AKP Rolly Sahelangi membenarkan kabar ini. “Ke tujuh tersangka sudah diamankan ke Polsek Malalayang. Hasil introgasi, para pelaku telah melakukan pencurian susu di Transmart Bahu sebanyak 30 kaleng susu dan 24 kaleng telah dikirim ke Jakarta,” terangnya.

Dari tangan para tersangka, Polisi juga menyita barang bukti yaitu beberapa kaleng susu, sejumlah HP, sebuah mobil Avansa Veloz warna silver metalik nopol B 1642 KZP dan uang tunai jutaan rupiah

Meski demikian polisi masih terus mendalami aksi dari komplotan spesialisasi pencurian tersebut, karena bukan tidak mungkin sudah banyak tempat yang berhasil mereka gerayangi jualan-jualannya. Apalagi enam dari tujuh tersangkanya berasal dari luar daerah.

Editor : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *