Astaga..! Opa 87 Tahun Tewas di Jalan Raya Diduga Korban Tabrak Lari

Tompaso, Fajarmanado.com — Sesosok mayat ditemukan tergeletak di jalan raya depan Gereja GMIM Efata Tompaso, Minahasa, pagi tadi, Jumat (13/6/2020).

Korban yang diitentifikasi bernama Jusof Lumenon, pria uzur 87 tahun, warga Desa Kamanga Dua, Jaga Empat, Kecamatan Tompaso ini diduga keras korban tabrak lari.

Opa Ot, sapaan akrab korban, mengalami luka di bagian kepala dan di beberapa bagian tubuhnya dan patah kaki. Ditengarai akibat terpental saat tertabrak sekira pukul 04.30 Wita, pagi tadi.

Korban diperkirakan tertabrak mobil saat hendak berjalan kaki melintas jalan di depan Kantor Pos Tompaso, hendak menuju tempat pemandian air panas Desa Kamanga.

Saat ditemukan warga sekira pukul 05.00 Wita, Opa Ot tergeletak tak bernyawa lagi. Namun, berkisar 600 meter dari jasad korban ,tepatnya di depan Kantor Pos Tompaso, ditemukan sandal, topi, payung dan sabun mandi yang berserakan di jalan.

Dugaan Opa Ot, yang dikenal rutin mandi pagi ini, korban tabrak lari, didukung keterangan Agus, karyawan Kantor Pos Tompaso dan Jemmy Tulungen, yang tinggal di seberang jalan.

Tapi, jasad Opa Ot sempat diangkut dan dibawa tersangka. Namun, akhirnya, diletakkan di jalan depan Gereja GMIM Efata Tompaso, Desa Sendangan.

Ke duanya senada menuturkan bahwa sempat mendengar benturan keras di jalan sekitar pukul 04.30 Wita. Namun, baik Agus maupun Jemmy, yang mengaku sempat terbangun, tidak beranjak dari tempat tidur. Saat itu, hujan gerimis.

Kepala Puskesmas Tompaso, dr. Felix Neydi Mamesah, yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) atas permintaan anggota Polsek Tompaso, memastikan Opa Ot adalah korban tabrak lari.

Dokter Didi, sapaan akrabnya, memastikan luka-luka di sekujur tubuh korban, terutama di bagian kepala dan kaki patah akibat benturan keras.

Personil Polsek Tompaso, Aiptu R. Worang, yang mengamankan TKP dan melakukan pengumpulan keterangan (Pulbaket), menduga tersangka pelaku tabrak lari kemungkinan besar berniat membawa korban ke rumah sakit.

Akan tetapi, setelah menyadari korban sudah meninggal dunia, tersangka panik dan menurunkan kembali korban di jalan sekira 600 meter dari TKP.

“Kami berharap, pelaku bisa menyadari kesalahannya. Kami yakin, dia tidak sengaja sehingga sempat berniat menolong korban,” ujar Woran, sambil mengungkapkan bahwa tidak menjalani botopsi atas permintaan keluarga.

Penulis: Maxi Heru