DPP APDESI

Urus KUR, Kumtua di Minsel Usir Warganya

Ibu ini menatap kosong berkas KUR yang belum ditandatangani Kumtuanya sendiri
Ibu ini menatap kosong berkas KUR yang belum ditandatangani Kumtuanya sendiri
Amurang, Fajarmanado.com – Sejumlah warga Desa Tanamon Utara Kecamatan Sinonsayang, Minsel mengeluhkan sikap oknum Hukum Tua, Djainuddin Katili.

Bukannya melayani dan membantu, justru warga yang berniat memperoleh pelayanan diusir dan dimaki tanpa sebab yang jelas dan pasti.

Mufly Bengga, mengaku kecewa. Bersama lima rekannya, ibu rumah tangga ini berniat mendapat legitimasi oknum hukum tua (Kumtua) untuk mengurus permohonan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Bukannya mendapat pelayanan, kami justru diusir, bahkan dimaki lagi,” katanya kepada Fajarmanado.com di kompleks Kantor Bupati Minsel, Rabu (21/9).

Benga bersama Nursin Dumambow dan empat ibu lainnya, yang juga warga desa yang sama, hendak menemui Asisten I, Drs Ben Watung, MSi siang tadi. Niat ke enam wanita ini untuk mengeluh dan meminta solusi dari pejabat eselon II Pemkap Minsel urung dilaksanakan karena Watung tengah tugas luar di Kecamatan Tompasobaru.

Menurut Benga, sikap dan tindakan oknum Kumtua Djainuddin Katili telah berubah. “Belakangan ini dia tidak lagi ramah dan menjalin komunikasi baik dengan masyarakat,” ungkapnya.  Sikap aneh juga ikut-ikutan ditunjukkan isterinya.

“Kami datang ke rumah mereka hanya untuk meminta tanda tangan dan cap, karena berkas sudah kami buat. Bukannya dilayani, kami malah diusil dan dimaki tanpa alasan yang jelas,” katanya lagi.

Sementara itu, Nursin Dumambow, menilai kinerja oknum Kumtua Djainuddin Katili sudah buruk belakangan ini.

‘’Dengan masyarakat pun dia tidak bersahabat lagi karena sudah jarang bergabung dengan masyarakatnya sendiri,’’ ungkap warga Jaga IV Desa Tanamon Utara ini.

Belakangan ini, lanjut dia, Kantor Hukum Tua jarang dibuka. Pelayanan administrasi desa kebanyakan hanya di rumah kediaman kumtua.

“Tidak jadi persoalan sebenarnya bagi saya, asalkan semua warga diperlakukan sama. Belakangan ini, yang diprioritaskan dan dilayani dengan baik hanya kelompok masyarakat tertentu,” ketusnya, namun enggan menyebutkan apa yang jadi penyebabnya.

Hukum Tua Desa Tanamon Utara Djainuddin Katili dikonfirmasi dengan tegas membantah soal laporan warga.

‘’Itu tidak benar. Apapun laporan warga kepada anda (Pers, red) adalah tidak benar. Jadi, kalian harus klarifikasi semuanya. Yang pasti, semua kami layani dengan baik,’’tegas Katili. (andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *