Jakarta, Fajarmanado.com – Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) sedang bersiap melakukan aksi demo besar-besaran di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Aksi demo damai Lembaga Syadaya Masyarakat (LSM) yang dinahkonai Noldy Pratasis ini, kali ini terkait dugaan tindak korupsi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), terkait dengan sejumlah proyek besar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Ketua Harian DPP PAMI-P Maykel R Tielung, SE, SH mengatakan, beberapa proyek Kemen PUPR yang ditangani Balai Sungai di daerah Nyiur Melambai ini ditengarai sarat permainan. Proyek yang bernilai total sekitar Rp.2,5 triliun itu diduga keras telah menjadi objek korupsi.
“Ada indikasi korupsi ratusan milliar rupiah terkait sejumlah proyek yang digelontorkan Negara melalui Direktorat Sumber Daya Air di Sulut yang melibatkan sejumlah pejabat,” kata Tieung kepada Fajarmanado.com, Senin (14/11).
Namun demikian, Tielung yang juga advokad ini masih merahasiakan detail data sinyalemen korupsi atas proyek-proyek yang ditangani Balai Sungai Sulawesi I Sulut tersebut.
“Itu nanti kami buka secara gamblang saat demo di KPK nanti,” kilahnya di Jakarta ketika diwawancarai via telepon genggam.
Yang jelas, katanya, sumber dana yang diduga dikorupsi tersebut mengalir dari dana proyek Revitalisasi Danau Tondano, Pembangunan Bendungan Waduk Lolak, Waduk Kuwil dan beberapa proyek lain yang rawan dijadikan ajang korupsi.
“Total anggaran proyek-proyek itu bernilai total sekitar 2.5 triliun rupiah. Kami sudah punya banyak bukti makanya PAMI siap menggelar demo untuk mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi atas proyek-proyek itu yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah,” jelas Tielung.
Mengenai kemungkinan oknum-oknum yang terlibat, menurutnya, mulai dari pihak perencana, pelaksana proyek sampai oknum Direktur Jenderal diduga kuat terlibat mengerogoti dana proyek-proyek Balai Sungai Sulawesi I Sulut.
“Pastinya melibatkan Dirjen dan mantan Dirjen sampai di Balai Sungai. Nanti akan terungkap semuanya. Peran masing-masing yang terlibat kan bisa disimpulkan nanti,” tambahnya.
Tielung menyatakan keyakinan atas kebenaran bukti-bukti yang telah dikumpulkan pihaknya karena telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkain soal keabsahannya.
“Kami sudah menyiapkan berkasnya, konsultasi ke pihak-pihak terkait sudah dilakukan. Tinggal memasukan langsung ke KPK, kemudian kami akan melakukan demo besar-besaran bersama teman-teman anti korupsi di Jakarta,” paparnya.
Kapan demo dilakukan, Tielung mengatakan, segera mengkoordinasikannya dengan Polda Metro Jaya.
“Besok (Selasa, 15/11) kami akan berkoordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya. Kalau tidak berbenturan dengan aksi demo dari pihak lain, kemungkinan hari Senin atau Jumat pekan ini juga,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Umum PAMI-P Noldy Pratasis mengungkapkan, rencana demo di KPK sudah matang. “Ini agenda organisasi, jadi harus dituntaskan. Buktinya lengkap tinggal actionnya,’’ ujar pengusaha muda ini singkat.
(ely)