Luar Biasa! Kawangkoan Ba Ombong Terus Dijubeli Pembeli, Ini Magnetnya

Camat Stenly David Umboh Himbau Terus Jaga Keamanan Bersama

FajarManado.News, Kawangkoan — Luar biasa! Kawangkoan Ba Ombong di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi magnet tersendiri bagi pengusaha mikro kecil dan pembeli.

Kawasan khusus kuliner di kompleks pertokoan, terminal dan Kantor Camat Kawangkoan itu, terus dijubeli pengunjung sehingga semakin diminati pelaku usaha.

Buka setiap hari selang Pukul 17.00 Wita atau jam 5 sore sampai jam 10 malam, tak hanya pengunjung, booth-booth usaha terus saja bertambah dari waktu ke waktu.

Wahana bermain excavator mini Kawangkoan Ba Ombong

Ketika resmi dikelola Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Esa Waya Kawangkoan pada 5 Maret 2025, jumlah tenda-tenda khusus yang berukuran 3×3, baru ada sekitar 22 buah. Semua berjejer rapi dengan menyisahkan pejalan kaki di samping kiri dan kanan Jalan 17 Agustus, yang memanjang dari Tugu Kumawangkoan ke arah Timur.

Namun kini, tenda-tenda usaha mikro itu, tak hanya memenuhi jalan yang membentang di antara Terminal dan Taman Kota dengan Kantor Camat Kawangkoan, tetapi sudah sampai ke pelataran terminal atas restu pihak Dinas Perhubungan Sulut.

“Sampai saat ini, tercatat sudah 63 booth yang dibuka. Masih ada 12 pemohon yang telah mengisi formulir dan masuk daftar antre karena lokasinya tidak cukup lagi,” kata Direktur Bumdesma Esa Waya Kawangkoan, Drs Eddy F Ruata kepada FajarManado.News, Jumat malam, 2 April 2026.

Magnet

Sesuai pantauan di lapangan, ada beberapa faktor yang menjadi magnet Kawangkoan Ba Ombong sehingga menarik minat pelaku usaha mikro kecil dan terus ramai “dìserbu” pengunjung selama ini.

Pasalnya, kawasan Kawangkoan Ba Ombong tertata rapi dan apik dilengkapi lampu hias dan fasilitas aliran listrik.

Hanya merogoh kocek Rp 20 ribu per malam, setiap booth sudah mendapat area usaha 3×3 meter dan jaringan listrik khusus penerangan tenda.

Begitu pun dengan sampah, telah disediakan tempat pembuangan sementara (TPS), yang kemudian diangkut oleh pengelola ke tempat pembuangan akhir (TPA) bekerjasama dengan UPT Dinas Kebersihan.

Sementara itu, warga Kawangkoan raya dan sekitar disebut-sebut “haus” hiburan. Tak heran, Kawangkoan Ba Ombong relatif menarik minat pengunjung sepanjang tidak hujan lebat.

Berbagai jenis-jenis kuliner yang ditawarkan puluhan pedagang, dinilai menjadi magnet tersendiri kawasan kuliner yang sebelumnya sebagai bagian dari Kawangkoan Chrismas Festival (KCF) 2025 itu.

“Di sini beda dengan di Tomohon dan Tondano. Mo cari (makanan) apa, hampir ada semua,” komentar ibu yang mengaku datang dari Kota Tomohon bersama rombongannya.

Pelaku usaha di Kawangkoan Ba Ombong bukan cuma menjajakan beragam minuman ringan, dan kue khas, seperti cucur, donat dan roti, tetapi juga menyediakan aneka menu makanan khas daerah. Semisal, ragey, babi bakar dan babi goreng. Semuanya itu ditawarkan dengan harga terjangkau.

Semakin menarik lagi, wahana bermain anak-anak yang tersedia, mulai beragam. Sebelumnya, hanya odong-odong, namun kini telah ada arena bermain excavator mini serta mobil dan motor.

“Untuk mobil dan motor mainan, baru diujicoba dua malam terakhir di lapangan basket kompleks taman kota. Tapi masih akan meminta izin kepada pemerintah kabupaten,” ujar Eddy Ruata.

Respon Camat

Camat Kawangkoan, Stenly David Umboh, SSTP, MAP merespon positif perkembangan Kawangkoan Ba Ombong hampir dua bulan dikelola Bumdesma Esa Waya.

“Saya berharap agar semua pihak menjaga keamanan. Itu yang paling penting, supaya kegiatan ini boleh terus berlanjut,” ujarnya seusai sekira 2 jam memantau aktivitas jual beli di kawasan kuliner khusus itu, tadi malam.

Kegiatan ini, katanya, sangat besar manfaatnya untuk menggerakkan perekonomian para pelaku usaha mikro kecil, baik dari Kawangkoan raya maupun sekitarnya.

Bahkan, pamong yang dikenal akomodatif dan proaktif itu mengaku kaget mendengar kabar kalau sudah banyak pengunjung dari Kota Tomohon dan Tareran, Minahasa mampir di kawasan ekonomi rakyat tersebut.

Umboh bahkan semakin terperangah mendapat laporan jika ada pelaku usaha mikro kecil dari Langowan dan Kota Tomohon yang sudah ikut bergabung.

“Oh. Ini positif sekali. Makanya, kita semua harus jaga keamanan bersama,” ucap Umboh, mantan Camat Tompaso ini.

[heru]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *