FajarManado.News, Kawangkoan — Dalam upaya mewujudkan green vilage, Anggota DPD RI, Ir Stefanus BAN Liow, MAP (SBANL) kembali memimpin gerakan penghijauan di kawasan catchment area objek wisata relegi Bukit Kasih Kanonang, Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu, 21 Februari 2026.
Tindak lanjut program kemitraan DPD RI dan Kemendes PDT ini, digagas Senator SBANL, yang kini juga sebagai Ketua DPD Desa Bersatu Sulut ini, melalui aksi nyata bertajuk; “Bakudapa, Bacirita dan Menanam Bibit Pohon/Buah Bersama Organisasi Kemasyarakat Desa (OKD) Provinsi Sulut.
Tak heran, terpantau hadir dan turun ikut melakukan penanaman, hadir sejumlah pentolan OKD di daerah nyiur melambai ini.
Mereka, antara lain, Ketua APDESI Sulut sekaligus Sekretaris DPD Desa Bersatu Sulut Luki Kasenda, SE, SCL, MSi, Ketua AKSI Sulut Denal Bataria, SIP, S.PdK, Ketua PABPDSI Sulut, Sonny Pondalos, SE, Ketua PP PPDI Sulut Heppy Walangitan,SE, Sekretaris DPD APDESI Sulut Wanly Lempoy, AMd.Ak, dan Sekretaris PP PPDI Sulut Lenny Makatipu.
Ribuan anakan aneka pohon kayu-kayuan dan buah-buahan telah disiapkan kembali oleh Senator Stefanus Liow.
Hebatnya lagi, Ketua BULD DPD RI, yang dikenal aktivis lingkungan itu, memimpin langsung aksi penanaman di kawasan Perkebunan Karondoran Desa Kanonang Satu, sekitar kaki Bukit Kasih Kanonang, pagi hingga siang tadi.
Didampingi Ir Miki Junita Linda Wenur, MAP, isterinya, Senator SBANL menjelaskan tahapan dan menunjukkan langsung cara yang tepat dan efektif namun cepat tumbuh menanam tanaman jenis kayu-kayuan yang masih dalan polybag.
Aksi penanaman ini, menurut Luki Kasenda, yang juga Kepala Desa Kanonang Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, telah digagas SBANL sejak tahun 2025 silam.
Mendapat dukungan penuh pemerintah dari lima Desa Kanonang Raya dan masyarakat setempat, tak kurang 10 ribu pohon telah berhasil ditanam.
“Ada banyak jenis. Mulai (pohon) cempaka, nantu dan mahoni serta enau sampai tanaman buah alpukat, jambon, kopi dan pohon kelor,” ujarnya.
Sementara anakan aneka jenis kayu-kayuan dan buah-buahan yang mulai di tanam saat ini, lanjut Luki, akan disebar pada area lahan perkebunan dan pertanian seluas 5 hentare.
“Para pemilik lahan sudah kami inventarisir dan menyatakan siap menanam secara mandiri,” kata pria yang awal pekan ini dilantik sebagai salahsatu Ketua Departemen DPP APDESI Periode 2026–2031.
[heru]