DPP APDESI

Golkan Anggaran Taman Kota Kawangkoan, VaSung dan 6 Legislator Dijempoli Warga

Nico Mewengkang: Mantap, ini bukti komitmen bukan sorga telinga

Penampakan lokasi Taman Kota Kawangkoan sebelum disentuh proyek pembangunan (atas) dan progres pekerjaan Pengembangan Taman Kota di Kawangkoan, Selasa siang (2/12/2025).

Kawangkoan, FajarManado.News — Komitmen Vanda Sarundajang, SS dan enam legislator Dapil Minahasa 4 menggolkan alokasi dana untuk Taman Kota Kawangkoan masuk APBD Minahasa tahun 2026, mendapat aspresiasi.

Penghargaan tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat Kawangkoan, yang dikenal sebagai Kota Kacang, Biapong dan Ragey ini sendiri.

Tak seorang pun yang berkomentar miring. Semua kompak menyatakan kebanggaan mereka.

“Mantap. Ini baru bukti dari komitmen, bukan sorga telinga,” komentar Ir. Nico Mewengkang, Selasa, 2 Desember 2025.

“Sudah saatnya orang Kawangkoan buka mata. Para politisi seperti ini yang dibutuhkan, bukan politisi yang cuka omon-omon saja,” ujar Nico, tokoh masyarakat Kawangkoan raya ini.

Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kawangkoan raya, juga menyampaikan apresiasi senada.

“Melihat keberadaan taman kota (Kawangkoan) sekarang ini, memang masih butuh penataan sehingga benar-benar terlihat taman,” kata Ketua Forum LPMK Kawangkoan Raya, Drs. Eddy F. Ruata.

Kehadiran Taman Kota di kawasan pemukiman 10 kelurahan yang berada di bendar Kawangkoan, memang sudah bertahun-tahun dinanti masyarakat setempat, pasca dibongkarnya shopping centre Kawangkoan pada tahun 2019 lalu.

Tahun 2020 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa sempat mengalokasikan anggaran dalam APBD, namun urung dibangun karena ada kebijakan refocusing anggaran akibat Covid 19.

Setelah tertunda sekira 5 tahun, di tahun pertama pemerintahan Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang (RD–VaSung) ini, akhirnya mendapat alokasi APBD tahun 2025 meski nilainya baru sebesar Rp.199 juta lebih.

Torang patut bangga. Taman kota sudah mendapat perhatian pemkab. Apalagi sudah ada kabar tahun depan akan ada lagi alokasi anggarannya untuk pengembangannya,” tandas Ruata, yang juga Ketua Majelis Adat Kawangkoan (MAK).

Mantan Camat Kawangkoan yang merintis pemekaran Kawangkoan jadi tiga kecamatan pada tahun 2010 itu, juga menegaskan bahwa taman tersebut adalah milik masyarakat Kawangkoan.

“Makanya, UMKM yang akan membuka usaha di Taman Kawangkoan dalam rangka Kawangkoan Chrismas Fertival 2025 akan mengakomodir pelaku usaha dari tiga kecamatan ini,” ungkapnya.

Bupati Roy Roring ketika menerima delegasi masyarakat Kawangkoan untuk oembongkaran gedung shopping centre Kawangkoan, 4 April 2019.

Boy Rompas menyatakan pula kebanggaannya karena Taman Kota Kawangkoan sudah mulai dibangun Pemkab Minahasa.

“Terima kasih, perjuangan masyarakat Kawangkoan mulai membuahkan hasil,” komentar mantan Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Sendangan Tengah yang ikut berinisiasi dan menghadap Bupati Minahasa, ketika itu, Roy Roring, agar bangunan shopping centre Kawangkoan dibongkar dan dijadikan Taman Kota.

Seperti diberitakan media ini pada Minggu, 30 November 2025, Taman Kawangkoan kembali kecipratan dana APBD Minahasa tahun 2026 mendatang.

Proyek pengembangan taman kota melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut bernilai Rp.500 juta.

Anggaran tersebut, sekaligus untuk menata tanah eks Kantor Distrik dan Kantor Pembantu Wilayah (PBW) Kawangkoan, yang berada di seberang taman kota.

Di lahan yang bersandingan dengan Kantor Camat Kawangkoan itu, diproyeksikan akan dibangun pula pendopo yang nantinya bisa digunakan sebagai lokasi berbagai acara, seperti seni dan budaya.

[herly umbas]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *