Jakarta, Fajarmanado.com – Nilai tukar rupiah pada Jumat (11/11), pagi ini mencapai posisi terlemah sejak Januari 2016. Dikutip dari Bloomber, penguatan dollar AS membuat nilai tukar rupiah anjlok. Uang Indonesia ini mulai diperdagangkan di angka Rp 13.873 per dollar AS.
Nilai tukar dollar AS menguat signifikan terhadap rupiah hingga mencapai 5,59%, setelah Kamis (10/11) kemarin posisi USD terhadap IDR masih di angka Rp 13.138.
Namun demikian, nilai tukar dollar AS terhadap dollar Singapura melemah 0,21%. Mata uang Dollar AS juga melemah 0,4% terhadap Yen Jepang, padahal Yen masih tetap berada di titik terlemahnya ¥ 106 per dollar AS.
Melemahnya rupiah menjadi yang terbesar di Asia. Sementara penguatan dollar AS terhadap won Korea sebesar 1,3%, terhadap peso Filipina 0,4%, terhadap baht Thailand 0,04%.
Mengutip Bloomberg Dollar Spot Index yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap 10 mata uang utama dunia.
The Greenback rehat setelah dua hari berturut-turut menguat tajam, meski tetap di posisi yang kuat. Namun indeks dollar melemah 0,09% dari posisi kemarin.
Daewoo Securities Indonesia melihat, melemahnya rupiah masih masih berhubungan dengan kemenangan Donald Trump sebagai presiden AS.
Kenapa? Alasan pertama, Trump berencana meningkatkan belanja negara dan bisa mendorong inflasi AS lebih tinggi.
“Pasar berspekulasi, The Fed akan menaikkan bunga acuan lebih cepat ketimbang yang diperkirakan untuk menjinakkan inflasi,” tulis Daewoo.
Akan terjadi tarik menarik antara prospek peningkatan pertumbuhan ekonomi akibat belanja AS yang lebih deras dengan kenaikan bunga The Fed yang membuat dollar AS lebih mahal.
“Akan muncul pertanyaan sekarang, apakah presiden terpilih Donald Trump akan mampu merilis belanja lebih besar dengan potensi penerimaan negara yang lebih sedikit, mengingat dia berencana memotong pajak,” tulis Daewoo.
Pasar saham ditinggalkan
Sementara itu di pasar saham, aksi jual asing masih terus berlanjut. Hingga pukul 9:30 WIB, dengan aksi beli Rp 1,1 triliun, net sell mencapai Rp 575,4 miliar.
Aksi jual ini berimbas pada terpuruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ratusan poin. IHSG kehilangan 128 poin atau 2,3% menjadi 5.321,74, memangkas penurunan lebih pagi tadi yang mencapai 3,3%.
(Fred)