DPP APDESI

Sulut Dapat Bantuan Benih Jagung 65 Ribu Hektar

Sulut Dapat Bantuan Benih Jagung 65 Ribu Hektar
Jones H Kaseger, SE
Amurang, Fajarmanado.com – Ketua Asosiasi Jagung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jones H Kaseger, SE mengatakan, akhir tahun 2016 ini provinsi ini mendapat bantuan bibit jagung untuk 65 ribu hektar.

“Tahun depan, 2017 akan mendapat volume bantuan yang lebih besar lagi yakni untuk 387 ribu hektar,” katanya di Amurang, Selasa (8/12).

Pengadaan benih jagung pada akhir tahun ini, katanya, sudah tertata di APBN Perubahan tahun 2016. “Ini adalah jawaban permintaan bantuan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, SE kepada Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Pertanian RI,’’ ungkap Kaseger.

Mantan anggota DPRD Minsel ini menjelaskan, bahwa khusus Kabupaten Minahasa Selatan, mendapat jatah sekitar 5.000 hektar untuk tanam jagung.

Namun, menurut Kaseger, 5.000 ribu hektar untuk Minsel masih terlalu kecil. ‘’Hanya saja, apa yang disiapkan kita terima saja dengan suka cita,” katanya.

Namun demikian, bila tahun 2017 juga mendapat bibit jagung, Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sulut ini meminta, petani Minsel dapat mempersiapakan lahan yang lebih luas lagi untuk ditanam jagung.

Menurut Kaseger, lahan pertanian di Minsel banyak yang telah ditanami pohon kelapa. Lahan kosong di antara pohon-pohon kelapa dapat juga dimanfaatkan untuk tanaman jagung karena hanya butuh waktu sekitar 3 bulan.

Ditanya soal hasil panen jagung yang kemukinam melimpah, katanya, Asosiasi Jagung Sulut  telah memiliki rekanan perusahaan untuk membeli jagung petani daerah ini.

“Soal harga jual nanti tidak perlu ragu, sudah ada perusahaan yang siap membeli dengan harga menguntungkan petani,” katanya.

Penasehat DPC Partai Hanura Minsel ini mengatakan, harga jagung yang dibeli Bulog sekarang ini dipatok Rp 3.800 per kilogram. Makanya, ia mengaku kecewa kenapa ada harga di tingkat petani yang hanya  sebesar Rp 3000 per kilogram.

“Makanya, kami bersama pemerintah provinsi sudah melakukan beberapa langkah dengan menghubungi perusahan konsumen jagung agar harga jagung di tingkat petani minimal akan sama dengan harga dasar pemerintah yang ditetapkan melalui Bolog,” jelas Kaseger.

(andries)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *