DPP APDESI

Calon Nomor Urut 1 Miky-Cherly Terbuka Peluang Bersinergi dengan Prabowo-Gibran

Fajarmanado.com, Tomohon–Dengan PAD hanya Rp.50 miliar, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon wajib bersinerji dengan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Nilai Rp.50 miliar Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak bisa diandalkan Pemkot Tomohon untuk melakukan percepatan pembangunan dan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan rakyat tanpa sinergitas dengan pemerintah pusat.

Demikian senada dikatakan para tokoh masyarakat dan politisi Kota Tomohon, Toar Polakitan, SE, Donald Pondaag, SE, Jimmy Mewengkang, MBA, Jack Allan Palar, SE, Piet HK Pungus, SPd, Jemmy Supit, SSos dan Audy Kalangi, SSos kepada wartawan di Tomohon pasca pelantikan Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, Minggu–Senin, (20-21/10/2024).

Tiga pasangan calon Pilkada Tomohon 2024, pasti sama-sama mengklaim punya jalur untuk membangun sinergitas dengan pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Pertama, karena Pak Presiden Prabowo berdarah kawanua,” kata Toar Polakitan.

Namun, katanya, suatu hal yang nyaris muskil kalau setiap kepala daerah dan wakilnya akan leluasa datang ‘mengemis’ langsung bantuan kepada Presiden Prabowo atau Wapres Gibran.

Alasan ke dua, ada partai dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), pengusung dan pendukung Prabowo–Gibran yang juga mengusung dan mendukung pasangan calon Pilkada 2024, seperti di Kota Tomohon.

“Kalau ini, oke-oke saja. Tapi apakah ketua atau pengurus pusat partai bisa langsung mengambil kebijakan,” tanya Jack Palar. “Pasti tidak akan sertamerta,” sambung dia.

Jalur efektif dan bisa langsung dieksekusi, menurutnya, adalah melalui kementerian.

“Dari tiga calon di Tomohon, pasangan Miky–Cherly yang lebih besar memiliki peluang bersinergi dengan kementerian dan lembaga,” tandasnya.

Piet Pungus mengatakan, Miky Junita Linda Wenur, MAP dan Cherly Mantiri, SH (Miky–Cherly) adalah pasangan calon nomor urut 1 Pilkada Tomohon 2024 diusung Partai Golkar, Partai Nasdem dan PSI serta diusung elemen masyarakat.

“Ada 8 kader dan pengurus Partai Golkar dan 2 PSI yang sah dilantik masuk jajaran Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran,” ujar Piet Pungus.

Melalui ke 10 menteri dan wakil menteri tersebut, selain pengurus DPP, akan menjadi ‘jalan tol’ Miky–Cherly melobi transfer dana pusat ke Kota Tomohon dalam lima tahun ke depan.

“Apalagi, ibu Miky sudah dikenal dekat oleh para kader Golkar di tingkat pusat. Ini menjadi modal dasar yang kuat,” ucapnya diamini Jemmy Supit dan Audy Kalangi.

Selain itu, Miky–Cherly punya ‘amunisi’ yang efektif lainnya dalam upaya melobi anggaran pusat masuk Kota Tomohon.

“Siapa lagi kalau bukan suaminya, Pak Stefa Liow,” ungkap Jemmy Supit.

Kapasitas Ir. Stefanus BAN Liow, MAP, demikian nama lengkap Stefa Liow, tidak diragukan lagi di tingkat pusat.

Sebagai anggota DPD RI/MPR RI tiga periode dalam berbagai jabatan strategis, Senator Stefa Liow sudah dikenal luas oleh para politisi Senayan.

“Mau bukti?,” tanya Jack Palar. “Selain duduk di Komite II, Pak Stefa kembali terpilih sebagai Ketua BULD DPD RI,” lanjut politisi senior Partai Golkar Sulut ini.

“Ini semua yang menjadi modal yang kuat dan menjanjikan Miky–Cherly dapat dengan mudah membangun sinergitas dengan pemerintahan Prabowo–Gibran melalui kementerian,” tandas Piet Pungus, yang juga politisi gaek Beringin ini.

[**/nly]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *