DPP APDESI

Baterai Generasi Terbaru Akan Menggunakan Darah

Baterai Generasi Terbaru Akan Menggunakan Darah (Ilustrasi)
Baterai Generasi Terbaru Akan Menggunakan Darah (Ilustrasi)
Fajarmanado.com — Baterai Generasi Terbaru Akan Menggunakan Darah. Penelitian terbaru dari Universitas Yale menunjukkan bahwa molekul yang mengangkut oksigen dalam darah bisa menjadi kunci untuk mengembangkan generasi terbaru dari baterai.

Baterai Lithium Oksigen (Li-O2) telah nampak dalam beberapa tahun terakhir sebagai kemungkinan pengganti baterai Lithium-ion. Baterai Li-O2 bisa menjadi standar industri untuk elektronik konsumen. Baterai ini mampu bertahan untuk waktu yang lama. Perangkat elektronik bisa bertahan sampai berminggu-minggu tanpa pengisian. Mobil Listrik bisa melakukan perjalanan empat sampai lima kali lebih lama dari yang menjadi standar saat ini.[irp]

Untuk menghasilkan baterai yang seperti itu, peneliti perlu membuat baterai Li-O2 cukup efisien untuk bisa dikomersilkan dan mencegah pembentukan Lithium Peroksida (endapan padat yang menutupi permukaan elektroda oksigen baterai). Salah satu kendala adalah menemukan katalis yang efisien untuk memfasilitasi proses yang dikenal sebagai reaksi evolusi oksigen, dimana Produk Lithium Oksida terurai kembali menjadi Ion Lithium dan Gas Oksigen.

Andre Taylor, Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan dari Laboratorium Yale, mengidentifikasi molekul yang dikenal sebagai HEME yang bisa berfungsi sebagai katalis yang lebih baik. Para peneliti menunjukkan bahwa molekul heme meningkatkan Fungsi sel Li-O2 dengan menurunkan jumlah energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan Siklus Pengisian Baterai.

Hasilnya muncul di Nature Communications. Penulis utamanya adalah Won-Hee Ryu, mantan peneliti postdoctoral di laboratorium Taylor, kini menjadi Asisten Profesor Teknik Kimia dan Biologi di Universitas Perempuan Sookmyung di Korea Selatan.[irp]

Heme Molekul

Heme adalah molekul yang membentuk salah satu dari dua bagian Hemoglobin, yang membawa oksigen dalam darah hewan. Digunakan dalam Baterai Li-O2, Ryu menjelaskan, molekul akan larut ke dalam elektrolit baterai dan bertindak sebagai apa yang dikenal dengan mediator redoks, yang menurunkan penghalang energi yang dibutuhkan untuk proses reaksi elektrokimia.

“Ketika anda menghirup udara, molekul heme menyerap oksigen dari udara ke paru-paru dan ketika anda menghembuskan nafas, Heme mengangkut karbon dioksida kembali keluar,” kata Taylor. “Sehingga dia memiliki kemampuan mengikat oksigen yang baik, dan kami melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan Baterai Lithium-Udara yang sangat menjanjikan ini,” lanjutnya.

Para peneliti menambahkanbahwa penemuan mereka dapat membantu mengurangi jumlah pembuangan kotoran hewan.[irp]

“Kami menggunakan biomolekul yang secara tradisional tidak terpakai,” kata Taylor.

“Dalam industri produk hewani, mereka harus mencari cara untuk membuang darah. Di sini, kita bisa mengambil molekul heme dari produk-produk limbah dan menggunakannya untuk penyimpanan energi terbarukan.”ungkapnya.

Ryu mencatat bahwa dengan menggunakan sampah organik daur ulang sebagai bahan katalis, teknologi ini efektif dan bisa preferensial dalam mengembangan aplikasi energi hijau.

(Scitechdaily | Rivopox)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *