Warna Trayek Angkutan Umum di Manado
No Trayek Warna
1. Karombasan – Malalayang Orange
2 Kembang – Pusat Kota Abu-abu
3. Winangun – Pusat Kota Ungu
4. Paal Dua – Pusat Kota Kuning
5. Banjer – Pusat Kota Hitam
6. Teling – Pusat Kota Kuning Kehijau-hijauan
Manado, Fajarmanado.com – Polisi Resort Kota (Polresta) Manado membuat terobosan baru. Pekan lalu, Kasatlantas Polresta Manado Kompol Roy Tambajong, melakukan pengecatan ke 25 mobil angkutan trayek Teling-Pusat Kota.
Saat dikonfirmasi, Tambajong menjelaskan, tujuan dan maksud utama yakni untuk mempermudah masyarakat pengguna angkot melihat trayek mana yang di butuhkan.
“Pengecatan tersebut sebagai tanda nomenklatur trayek angkutan,” jelas Tambajong.
Cara ini juga, kata Tambajong, mempermudah petugas dalam melihat kendaraan angkutan.
“Sebagai alat kontrol kita. Pasti kelihatan jika ada mobil yang curi trayek. Kurang lebih 60 cm pengecatan dilakukan di bagian atas mobil angkutan,” tambahnya.
Lanjut, Pengecatan sudah dilakukan sejak awal Juli.
“Setiap hari kami lakukan. Sebelumnya di jalan Bethesda. Pengecatan trayek Kembang,” ungkapnya.
Apa yang dilakukan Polresta Manado, menurut Tambajong, tertera dalam Perwako.
“Kita tidak melangkahi perwako. Kita hanya melakukan pengecatan untuk menampakkan lagi penanda tersebut. Sebelumnya, hanya kecil, tidak kelihatan,” pungkasnya.
Wakil Rakyat Kota Manado Hengky Kawalo, saat dimintai tanggapan menilai, pengecatan terhadap angkutan umum yang dilakukan Ditlantas dan Satlantas merupakan langkah positif. Namun menurut Sekretaris Komisi C DPRD ini, tindakan itu tidak cukup.
“Kalau perlu ada regulasi penunjang dan diperdakan,” imbau Hengky.
Lanjutnya, jika pengecatan tersebut masuk dalam perda sudah tidak dapat diubah lagi.
“Harus dikoordinasikan bersama pihak pemerintah agar supaya ini lebih terarah,” imbaunya lagi.
Ditempat terpisah, Udin, sopir angkot trayek Teling – Pasar 45, mengaku angkotnya baru saja dicat Kuning Kehijau-hijauan Minggu siang (17/10) kemarin.
“Ada perintah dari kantor untuk mengecat, tapi belum semuanya datang karena belum jatuh tempo,” terangnya.
Sopir lainnya, Iwan mengatakan, Senin hari ini akan diadakan sweeping untuk angkot yang belum berwarna.
“Mungkin memang sudah harus dicat, tapi saya belum sempat karena belum ke kantor,” akunya.
Mereka mengaku, biaya untuk mengecat adalah biaya pribadi perusahaan yang membawahi angkot mereka. Mereka sepenuhnya mendukung kebijakan untuk mewarnai angkot sesuai jalur tersebut.
“Penumpang mungkin belum banyak yang tahu soal peraturan ini, jadi butuh sosialisasi. Tapi, angkot beda warna ini sangat berguna. Kami bisa juga memonitor dan menegur angkot trayek lain yang diam-diam mengambil penumpang di jalur sini,” ujar Iwan.
Dukungan ini juga disuarakan salah satu penumpang angkot jurusan Ranotana, Badar. Ia menuturkan, meskipun dirinya sudah tinggal cukup lama di Manado, masih sering kesulitan membedakan angkot.
“Mengandalkan tulisan di kaca mobil saja sering sulit karena tulisannya kecil. Kalau dari jauh sudah terlihat angkot dengan warna sesuai trayek yang kita inginkan, pasti lebih gampang dan nyaman naik transportasi umum,” pungkasnya.
(Fred)