Ratahan, Fajarmanado.com – Bupati James Sumendap melihat potensi sektor pariwisata di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tidak kalah di banding daerah lain di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Banyak dan beranekaragam destinasi wisata yang menyimpan pesona tersendiri di wilayah Mitra. Baik pesona sumber daya wisata alam maupun adat istiadat, seni dan budaya Mitra.
Namun demikian, protensi-potensi wisata tersebut masih perlu dipoles, diasah dan ditingkatkan dengan membangun sarana dan prasarana pendukung.
Karena itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra akan semakin menseriusi sektor pariwisata untuk mengembangkan pada tahun 2017 mendatang.
“Tahun depan kita akan mulai melakukan penataan objek-objek pariwisata yang ada di daerah kita,” kata Bupati Sumendap di Ratatotok, Senin (3/10).
Diungkapkan Sumendap, hal tersebut menjadi keseriusan dikarenakan banyak objek wisata yang bisa dikembangkan.
“Kita mempunyai banyak potensi objek wisata yang perlu ditata sebaik mungkin,” ujarnya.
Sumendap mengharapkan dengan adanya pengembangan infrastruktur di objek-objek wisata tersebut akan meningkatkan jumlah kunjungan di wilayah Mitra, sekaligus akan semakin menambah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kita berharap dengan adanya peningkatan infrastruktur ini semakin banyak para wisatawan yang berkunjung di Minahasa Tenggara,” ungkapnya.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring dengan program Pemprov Sulut mendatangkan wisatawan mancanegara secara besar-besaran mulai tahun ini.
“Peluang kunjungan wisatawan ini harus kita tangkap. Nah, dengan dikembangkan dan ditatanya objek-objek wisata di daerah ini mereka pasti akan melanjutkan kunjungannya ke sini,” ujarnya.
Untuk itulah, Sumendap mengharapkan agar semua stakeholder pariwisata bisa bekerjasama dan memanfaatkan peluang membangun hotel atau home stay di kawasan objek wisata di Mitra.
“Kalau ada hotel atau home stay yang layak, pasti akan banyak wisatawan yang mau tinggal berlama-lama dan mengunjungi semua objek wisata di daerah Mitra yang kita cintai ini daripada mereka harus balik lagi ke Manado,” pungkas bupati, yang dikenal sangat concern dengan ucapannya ini.
(geri)