Amurang, Fajarmanado.com – Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) didesak untuk melakukan sweeping di rumah-rumah kos yang tersebar di Kota Amurang, Minahasa Selatan (Minsel).
Kota Amurang sebagai Ibukota Kabupaten Minsel, sejak lima tahun belakangan ini telah dijamuri dengan rumah-rumah tempat kos. Selain diduga banyak yang tidak memiliki izin, juga ada yang santer disebut-sebut menjadi tempat pesta narkoba.
Rumah tersebut dikabarkan berada di kawasan Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur. “Saya dengan rumah kos itu sering dijadikan sebagai tempat pesta narkoba dari sejumlah oknum,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, tokoh pemuda Minsel, Jenry Mandey, SH mengakui bahwa sesuai pengamatannya rumah-rumah kos semakin menjamur di Amurang raya dan sekitarnya.
“Pemkab dan polisi harus melakukan peninjauan langsung dengan mendatangi rumah-rumah kos yang ada. Bisa saja tidak memiliki izin,” katanya.
Mengenai rumah kos di Kelurahan Pondang yang jadi tempat pesta narkoba, Mandey mengaku tak tahu persis. “Tidak apa-apa kalau pihak berwajib menyambangi rumah itu, siapa tahu dugaan itu benar,” paparnya.
Di samping untuk memastikan tidak ada kegiatan melanggar hukum di tempat-tempat kos, sweeping juga perlu dilakukan untuk memeriksa izin penginapan di rumah-rumah tinggal biasa tersebut.
“Atau jangan-jangan dijadikan tempat kumpul kebo atau selingkuhan seperti yang ditemukan di rumah-rumah kos di Manado dan kota-kota lain,” ujar mantan Ketua LSM PAMI Minsel ini.
Untuk itulah Mandey mendesak Polres Minsel dan Sat Pol PP Minsel untuk lakukan aksi sweeping.
‘’Untuk menghindari penolakan pemilik rumah kos, alangkah bijaknya apabila aksi itu dilengkapi dengan surat perintah atau surat tugas,” katanya.
Di tempat terpisah, pemuka agama Minsel Drs Dicky J Umpel, BSc mempertanyakan apakah penyediaan rumah-rumah kos tersebut telah memiliki izin resmi dari instansi terkait atau memang tidak perlu.
Menurutnya, tidak ada masalah jika seseorang menyediakan rumah kos asalkan bisa menjamin ketertiban dan mengetahui persis latar belakang penyewa.
“Jangan terjadi seperti di tempat lain, eh ternyata yang menyewa rumah kos adalah teroris atau pasangan kumpul kebo,” kata Umpel, mantan Direktur AMI/ASMI Bitung, yang kini aktif sebagai pelayan Tuhan ini.
(andries)