PANGANDARAN, Fajarmanado.com — Putra Minteng menjadi kuda pacu tercepat di kelas C 1600 Meter dalam babak final PON XIX/2016 Berkuda di venue Pacuan Kuda Legok Jawa, Rabu (28/9). Namun, kuda asal Provinsi Sulawesi Utara ini membawa nama Daerah Istimewa Yogjakarta.
Kuda dengan nama Putra Minteng ini menjadi yang tercepat dibawah joki B Budi Yan. Sementara medali perak diraih Jawa Timur dengan nama kuda Sambit dan joki M Himawan S. Medali perunggu diraih kuda P Preman dengan joki Franky Leppa dari Kalimantan Selatan.
Putra Minteng adalah kuda ke dua asal Sulut yang berhasil meraih medali emas, setelah Dewi Karangetang. Nama Minteng diambil dari Minahasa Tengah (Minteng) yang merupakan salahsatu kawasan yang diusulkan menjadi calon Daerah Otonom Baru (DOB). Sedangkan Karangetang adalah gunung berapa yang berada di calon DOB Nusa Utara.
Pertandingan berlangsung sengit, meski sempat berada di depan namun, kuda DIY mampu menyalip menjelang finish. “Ada dua kuda yang kita unggulkan, alhamdulillah sukses masuk final,” tutur Harsoyo, Wakil Kontingen DIY.
Usai bertanding, pengalungan medali dilakukan oleh Anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno. “Saya mengapresiasi sekali keberhasilan pemkab Pangandaran karena menurut saya sangat sukses menyelenggarakan dua cabor PON XIX yaitu berkuda dan terjun payung,” ungkapnya.[irp]
Dikatakannya, kesuksesan penyelenggaraan PON XIX/2016 di Pangandaran ditandai dengan banyaknya antusias masyarakat untuk menyaksikan langsung. “Selain untuk meningkatkan prestasi, ini sangat potensi sekali untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata,” kata dia. Puti berharap keberadaan venue pacuan kuda dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.