Remboken, Fajarmanado.com — Pengrajin keramik Pulutan yang sudah dikenal dunia terus terus diberdayakan.
Kali ini, bukan saja oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), namun juga oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pulutan, Kecamatan Remboken sendiri.
Perhatian Pemdes setempat dikonkretkan dengan menyertakan modal yang bersumber dari dana desa setiap tahun kepada BUMDes Pinulutan.
“Tahun ini ditambah 100 juta (rupiah) sehingga modal usaha BUMDes menjadi berjumlah total 250 juta,” kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Pulutan, Joppy Ngelo di Remboken, Rabu (19/6/2019).
Pantauan Fajarmanado.com, BUMDes Pinulutan mengelola tiga unit usaha.
Selain, produksi keramik, juga BUMDesMart dan Pom (Bensin) Mini. Ke tiganya berada pada satu kawasan di sisi Barat jalan utama Desa Pulutan, yang merupakan jalur penghubung objek wisata Sumaru Endo Remboken dan Bukit Kasih Kanonang, Kawangkoan Barat.
Saat disambangi, ada dua orang yang tengah sibuk bekerja. Pria membentuk tanah liat menjadi keramik, seorang lainnya adalah wanita yang sementara mengecat keramik yang disiap dijemur di bawah terik matahari.
Desain dan kualitas keramik produksi BUMDes Pinulutan tak beda dengan hasil produksi kelompok atau perorangan di Desa Pulutan selama ini.
“Soal produksi, tidak masalah. Sangat bersaing dengan produk-produk keramik dari kelompok usaha maupun perorangan selama ini. Begitu pun dengan pemasaran, cukup banyak pesanan,” kata Kumtua Joppy Ngelo.
Menurut dia, yang menjadi kendala pemasaran adalah alat transportasi. “Selama ini kami masih menyewa kendaraan,” ungkap pria yang juga Ketua Remaja GMIM Wilayah Remboken Satu ini.
Oleh karena itulah, lanjut dia, pihak pengelola BUMDes akan berusaha membeli kendaraan bak terbuka untuk mendukung pemasaran keramik produksi BUMDes Pinulutan.
“Saat ini, dana desa tidak bisa dibelikan kendaraan operasional BUMDes. Makanya, sesuai hasil rapat bersama pemerintah, BPD dan tokoh masyarakat yang dituangkan dalam APBDes 2019, maka tahap pertama dana desa tahun ini disisihkan sebesar 100 juta untuk tambahan modal BUMDes,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan agar perputaran modal usaha BUMDes yang semakin besar, akan memberikan peluang keuntungan yang lebih besar pula setiap saat.
“Apabila usaha-usaha BUMDes berjalan baik, maka keuntungannya bisa dengan cepat disisihjan untuk membeli mobil operasional BUMDes,” paparnya.
Penulis: Herly Umbas