DPP APDESI

Longsor Terus Ancam Warga Ranolambot, Kumtua Ruru Lakukan Ini

Salahsatu WC warga Desa Ranolambot terancam ambrol apabila terjadi longsor susulan. Foto: Istimewa.
Kawangkoan Barat, Fajarmando.com — Bencana alam tanah longsor terus membayang-bayangi warga Desa Ranolambot, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa. Rumah penduduk terancam ikut ambrol.

Longsor kecil-kecil yang terjadi sejak sekitar Maret 2019 itu, kini kian membesar dan mencapai bagian belakang rumah-rumah yang berjejer pada sisi jurang di jaga 5 desa setempat. Kakus milik warga setempat telah berada di bibir jurang yang longsor.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Ranolambot, Vekie Ruru mengatakan, longsor yang paling besar baru saja terjadi pada awal pekan ini saat hujan mengguyur sehingga kedalaman longsor sudah mencapai sekitar 12 meter dan juga lebar 12 meter.

Pemerintah desa (Pemdes), kata dia, sebenarnya telah berkali-kali melakukan antisipasi dengan mengalihkan sebagian air ke arah lain dan menutup kawasan potensi longsong dengan terpal.

Volume air yang menuju kelokasi itu sangat besar karena merupakan satu-satunya muara dari semua air buangan dari wilayah pemukiman.

Keberadaan longsor yang telah membentuk ngarai di Jaga 5 Desa Ranolambot, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa. Foto: Istimewa, Diambil Selasa (11/6/2019)

“Jadi, untuk penyelamatan terpaksa kami mengalihkan sebagai dana desa untuk membuat tanggul. Saya sudah berkoordinasi dengan ibu camat dan PMD merevisi APBDes,” katanya kepada Fajarmanado.com di Ranolambot, Jumat (14/6/2019).

Kumtua Vickie mengakui konsekwensi revisi APBDes 2019 ini, berdampak pada keterlambatan realisasi pekerjaan tahap pertama 20 persen dana desa.

“Semula kami hanya memprogramkan membangun tanggul di lokasi itu setinggi 2,5 meter. Tapi melihat keberadaan longsor, sesuai koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan PMD, akan diperbesar, menjadi sesuai dengan kedalaman dan panjang bentangan longsor,” jelasnya.

Tanggul akan dibangun berbentuk terasering dengan kedalaman fondasi satu meter. “Dananya, terpaksa diambil dari sebagian rencana pembangunan jalan kebun rabat beton,” ungkapnya.

Menurut Kumtua Vicky, Desa Ranolambot mendapat alokasi dana desa tahun 2019 sebesar Rp.700 juta lebih.

Sesuai APBDes, akan digunakan membangun jalan menuju perkebunan Loyang, di sebelah Selatan desa dengan konstruksi rabat beton, pembangunan reservoir dan pemasangan pipa di wilayah pemukiman. Setiap rumah mendapat jatah 12 meter ukururan 1 inchi  dari pipa induk.

“Pengelolaannya nanti akan diserahkan kepada BUMDes,” kata dia.

Penulis: Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *