Amurang, Fajarmanado.com — Peristiwa heroik14 Februari 1946 di Teling Manado sangat penting untuk diketahui, diingatkan dan terus di diskusikan bersama generasi muda saat ini bahwa semangat nasionalisme orang Minahasa sudah ada sejak jaman dulu.
Hal tersebut diungkapkan Sandra Rondonuwu STh SH saat pelaksanaan Diskusi Publik Refleksi Peristiwa 14 Februari Merah Putih di Manado Untuk Membangkitkan Semangat Nasionalisme Generasi Milenial, di Cafe Gulmer (gula merah) Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, Kamis (14/2/2019).
“Jadi pentingnya didiskusikan bersama peristiwa Merah Putih Minahasa agar kaum milenial dapat memahami semangat nasionalisme yang dimiliki orang minahasa yang sesungguhnya,” ujar Sandra Rondonuwu.
Dalam pemaparannya, wanita yang akrab disapa Saron ini juga menjelaskan, sejarah telah mencatat dalam pertempuran tersebut hampir tidak ada pertumpahan darah.
“Dengan begitu tentu harus diakui bahwa dari segi strategi orang Minahasa juga tidak dapat diragukan dalam mempertahankan negara ini,” kata Saron.
Namun, lanjut Saron, sangat disayangkan apabila perjuangan para orang orang hebat minahasa itu hanya melegenda di jaman sekarang, sehinggah hanya berahir dalam catatan sejarah.
Untuk itu, dirinya berharap, lewat diskusi ini dapat membangkitkan semangat dan jiwa nasionalisme bagi kaum milenial untuk negarah, “Tak hanya itu, kedepan agar mampu melakukan berbagai terobosan untuk membawa nama minahasa,” tandas mantan aktifis 98 ini.
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Pemuda Nasionalis Minahasa Raya (Formunas MR), dihadiri juga oleh sejarahwan Bodewyn G Talumewo S.S yang memaparkan sejarah peristiwa 14 Februari, Irfan Basri, dan Franko Kalangi sebagai Moderator, dengan peserta para mahasiswa dan pemuda.
Penulis: Prokla Mambo