DPP APDESI

Kusoy : Jalan Papakelan-Rerer Sudah Ada Sejak Belanda

Kusoy Tegaskan Ruas Jalan Papakelan-Rerer Sudah Ada Sejak Jaman Belanda
Kadis PU Minahasa, Ir John Kusoy MT
Tondano, Fajarmanado.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa, Ir John Kusoy MT mengatakan, pembangunan ruas jalan Papakelan-Kinaleosan-Rerer telah sesuai aturan karena sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda.

Kusoy menegaskan hal tersebut menanggapi derasnya kritikan dari sejumlah pihak terkait rusaknya  hutan lindung, terutama di kawasan sepanjang jalur ruas jalan Papakelan-Reres yang berada di kawasan gunung Lembean.

“Ruas jalan tersebut sudah lama ada. Bahkan sejak jaman penjajahan Belanda, ruas jalan itu sudah ada. Banyak orang Papakelan dan Kinaleosan yang menikah tempo dulu karena ada jalan penghubung itu. Jadi kami hanya membangun ruas jalan yang sudah ada. Bukanya tidak ada jalan kemudian kami rintis jalan baru,” ujar Kusoy menjawab wartawan di Tondano, Senin (11/09/2017).

Ia mengatakan, Undang-Undang Tata Ruang nanti terbit tahun 2004, sedangkan ruas jalan Papakelan-Rerer sudah lebih dulu sehingga proyek peningkatan jalan yang sedah ada sebelum undang-undangnya diterbitkan tidak menyalahi aturan. “Kalau sudah ada Undang-Undang Tata Ruang kemudian kami rintis jalan baru yang melewati kawasan hutan lindung, tentu kami salah. Tapi ini kan, terbalik,” tandasnya.

Meski demikian, Kosoy mengakui jika ada pepohonan yang dirobohkan saat ruas jalan tersebut tata kembali dan diperbaiki  karena tumbuh di kawasan manfaat jalan. Pohon-pohon tersebut, lanjut dia, tumbuh karena ruas jalan itu belum pernah diaspal.

“Jadi itu adalah ruas jalan penghubung antar kecamatan. Kalau sudah jadi, manfaatnya akan sangat besar. Karena masyarakat di Desa Kalawiran, Rerer, Knaleosan lebih dekat datang ke Tondano untuk mengakses fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” tegasnya.

“Kawasan hutan lindung yang rusak karena pembangunan jalan tersebut besarnya 21 hektar. Tapi kalau tidak ada jalan, kawasan hutan akan lebih besar yang rusak akibat pembabatan liar karena sulit diawasi,” pungkas Kusoy.

Penulis : Fiser Wakulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *