Manado, Fajarmanado.com – Si ‘Jago Merah’ kembali menunjukan keperkasaannya pada hari Senin (11/09/2017) dini hari. Kali ini korbannya puluhan Kios/lapak yang berada di pasar Tuminting, Kecamatan Tuminting, Kota Manado. Penyebab ‘klasik’ karena arus pendek listrik alias korsleting dari salah satu kios.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun fajarmanado.com di lokasi kejadian, diperkirakan kebakaran terjadi sekitar pukul 01:30 Wita (stengah dua dini hari. Disaat pedagang dan masyarakat sekitar padar Tuminting sementara terlelap dalam tidurnya setelah seharian kecapean berpengucapan syukur, tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan ‘Kebakaran….!’.
“Sekitar jam dua dini hari, saya terkejut mendengar teriakan kebakaran. Lalu saya naik ke lantai dua dan melihat ada api yang berasal dari pasar Tuminting, bergegas saya turun menuju lokasi kejadian karena ada kios disana. Sampai dilokasi sekitar pukul stengah tiga, kios saya sebagian sudah terbakar, mau masuk tapi tidak diijinkan oleh petugas pemadam kebakaran,” ungkap Sumardi Haluti (48), pedagang klontong di pasar Tuminting tinggal di Kelurahan Kampung Islam Lingkungan 2 Kecamatan Tuminting.
“Kerugian yang saya alami diakibatkan oleh kebakaran ini, sekitar 20-an juta, padahal baru saja mengisi barang di kios untuk dijual. Sampai saat ini belum tahu asal api yang mengakibatkan habisnya puluhan kios/lapak,” sambung Haluti.
Hal senada juga di sampaikan oleh Hj. Ramlah yang telah berjualan di Pasar Tuminting sejak tahun 1974 (waktu masih Ibunya). Ia, mengaku mengetahui telah terjadi kebakaran dan menghabiskan dua buah kios tempat usahanya, dari sesama pedagang. Ia mengaku, tudak tahu persis penyebab kebakaran dan juga api berasal dari mana. Jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut masih belum bisa diperkirakan.
“Kios yang menjual tas sekolah, pakaian seragam sekolah dan pakaian umum serta sepatu habis terbakar, padahal baru saja saya isi barang yang akan dijual. Untuk kios tempat jual kelapa cukur, sebagian habis terbakar untung mesin cukur kelapa masih sempat di angkat,” ujar Hj. Ramlah dengan nada sedih serta mata berkaca-kaca.
Ada hal menarik dari kebakaran di Pasar Tuminting. Pengakuan salah satu pedagang yang ikut membantu menyelamatkan barang jualan sesama pedagang, sekitar dua jam sesudah kebakaran pihak PLN masih belum mematikan aliran listrik di Lokasi tersebut. “Saat mengangkat barang milik teman pedagang, kaki saya luka akibat ‘ta strom’,” kata pedagang tersebut yang tak ingin namanya dipublikasikan.
Sementara itu, data sementara dari pihak Polsek Tuminting kerugian yang timbul akibat kebakaran sekitar 1,5 Milyar Rupiah.
Penulis : Jones Mamitoho