Topang Produksi 300 Ha Lahan, Desa Tenga Bangun Jalan Pertanian

Pemerintah Desa Tenga Bangun Jalan Sentra Produksi dari Dana Desa 2017
Alat berat excavator sedang membersihkan jalan sentra produksi disaksikan Hukum Tua Wempy Tumbelaka, SE bersama warga. (Foto: Andries)
Tenga, Fajarmanado.com – Desa Tenga Kecamatan Tenga ternyata memiliki luas lahan sentra produksi sebanyak 300 hektar lebih. Namun, belum ditopang dengan sarana pra sarananya. Untuk itu segera akan dibangun jalan akses pertanian dengan nilai Rp200 juta.

Hukum Tua Desa Tenga, Wempy Tumbelaka, SE mengatakan, kerinduan warga desa  untuk membangun jalan usaha tani telah ditata dalam APBDes 2017 yang mulai direalisasikan saat ini.

“Bersama masyarakat, pemerintah desa telah menyisihkan Dana Desa (Dandes) sebesar Rp 200 juta pada tahun ini untuk pembangunan jalan sentra produksi,” katanya kepada Fajarmanado.com di Tenga, Kamis (08/06/2017).

Ruas jalan menuju sentra produksi yang telah ditetapkan tersebut, yakni ke kawasan  perkebunan Loloweng sepanjang 9 kilometer sebagai tahap pertama dengani Dana Desa 2017,” jelas Tumbelaka.

Tumbelaka meyakini bahwa jika ruas jalan tersebut selesai dibangun maka akan memudahkan mobilitas ekonomi, terutama mengangkut hasil produksi pertanian masyarakat.

“Kalau sekarang ini jalan itu hanya bisa dilalui kendaraan tradisional roda sapi, bisa selesai dibangun nanti sudah dapat dilalui mobil dan sepeda motor sehingga akan memangkas ongkos pra sampai pasca produksi pertanian,” ujarnya.

Kondisi ruas jalan menuju sentra-sentra produksi di Desa Tenga memang sangat memprihatinkan selama ini.

“Anda sendiri kan sudah turun dan melihat langsungnya. Di perkebunan Loloweng sangat potensial. Sebagian besar lahannya diolah masyarakat, mulai ditanami palawija sampai cengkih dan kelapa dan lain sebagainya. Makanya butuh diperbaiki supaya akan memudahkan petani mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan mereka nanti,” papar.

Tumbelaka menambahkan, sesuai aspirasi masyarakat ke depan akan terus dialokasikan anggaran pembangunan jalan menuju sentra-sentra pertanian dengan Dandes.

“Kami menargetkan, pembangunan jalan ke arah itu bukan hanya sepanjang 9 kilometer tapi lebih dari itu, sampai di kawasan pegunungan Loloweng. Tapi penetapan anggarannya harus sesuai prosedur, yaitu melalui penggalian gagasan atau aspirasi masyarakat untuk dianggarkan melalui Dandes tahun depan,” ujarnya.

Tahapan pekerjaan jalan tersebut, sesuai pantauan wartawan Fajarmanado.com  telah dimulai. Satu unit excavator telah diturunkan membersihkan jalur jalan dari Desa Tenga menuju ke perkebunan tersebut, disaksikan pemerintah desa dan warga setempat.

Penulis  : Andries Pattyranie

Editor     : Herly Umbas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *