Manado, Fajarmanado.com – Pemerintah Daerah dan masyarakat harus menjadi pelopor lokomotif dalam Bela Negara. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Wagub Sulut) Steven O. E Kandouw saat membuka acara Sarasehan Bela Negara Untuk Kerukunan Bangsa, di Ruangan C. J Rantung Kantor Gubernu, Jalan 17 Agustus Manado.
Kandouw mengatakan, telah menjadi ide dan lobi dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk mengadakan kegiatan ‘Sarasehan Bela Negara Untuk Kerukunan Bangsa’ di Provinsi Sulut dengan menghadirkan pemateri dari Kaban Diklat Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Mayjen TNI Hartind Asrin dan dihadiri pula Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito.
Menurutnya, sekarang ini banyak ancaman yang menginginkan NKRI bubar. Maka, bagian timur, lanjut dia, memang mempunyai dinamika dengan potensi konflik yang luar biasa. “Namun puji syukur tidak sampai masuk di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Begitupun bagian Selatan, Utara termasuk Philipina. “Kita berada dipingggiran dengan Sulawesi Utara yang memiliki 2,8 juta jiwa harus siap dari ancaman, mau tidak mau pun harus menumbuhkan rasa bela negara ini,” ungkapnya
“Menurut Bapak Gubernur kita tidak boleh lengah, karena potensi-potensi yang mengarah perpecahan kerukunan ini sebenarnya tinggi. Untuk itu harus kita lawan, pertahanan kita harus kuat dan harus mendrive bela negara ini,” semua elemen harus dilibatkan,” tegas Wagub.
Dangan cepatnya perkembangan zaman saat ini, dengan arus modernisasi yang kuat maka semua stakeholder yang ada di daerah ini harus siap menangkal setiap ancaman yang kemungkinan masuk.
“Sekarang ini, Sulut dalam sektor pariwisata meningkat 2000 persen ini merupakan keuntungan tetapi juga merupakan ancaman. Diantaranya Penyalahgunaan Narkoba dan obat-obat terlarang yang kita harus antisipasi bisa masuk didaerah ini yang dapat merusak generasi muda, yang akan menjadi penerus bela begara bangsa ini,” katanya
Wagub Kandouw mengajak kepada Pemerintah dan seluruh pihak yang terkait TNI, Polri, LSM, dan masyarakat untuk bisa bekerja sama dalam menjaga Keamanan daerah ini dari hal-hal yang dapat memecah belahkan persatuan kerukunan yang ada di daerah Nyiur Melambai ini.
Hal senada disampaikan oleh Narasumber Mayjen TNI Hartind Asrin, SE, M.I.Kom. Menurutnya, Sulut memiliki kerjasama yang baik antar pemerintah, TNI-Polri, LSM dan masyarakat, terlebih dalam hal menjaga keamanan daerah. “Karena barometer miniatur bangsa di Indonesia berada di Sulawesi Utara,”.ungkap Mayjen Asrin.
Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito juga mengatakan, sikap Bela Negara ini akan muncul disaat seseorang mempunyai wawasan tentang Kebangsaan.
Warsito mengajak juga TNI harus bersinergi dengan rakyat dalam mempertahankan kerukunan bangsa dari ancaman yang datamg dari luar maupun dari dalam, khusus Sulut yang mempunyai slogan Torang Samua Ciptaan Tuhan. Untukn itu Pangdam berharap kiranya kerukunan serta toleransi antar umat beragama tetap selalu di jaga.
Acara yang diawali laporan Kepala Kesbangpol Sulut, Steven Liow tersebut dihadiri unsur LSM, oraganisasi adat serta para pejabat Eselon II di lingkup Pemprov Sulut.
(ton)